Jumat, Februari 6, 2026

10 Ribu Siswa di Kota Bandung Alami Gangguan Mental

Bandung, Demokratis

Wali Kota (Walkot) Bandung Muhammad Farhan menyebut sekitar 10 ribu siswa di kota ini mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025 berdasarkan hasil survei yang dilakukan Dinas Kesehatan kota setempat terhadap pelajar tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.

“10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” kata Farhan saat meninjau SMP Negeri 70 Kota Bandung, Jumat (6/2/2026).

Ia mengatakan temuan tersebut akan menjadi dasar bagi Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menyusun program penguatan kapasitas guru bimbingan konseling (BK) di sekolah-sekolah.

“Dinas pendidikan akan merespons itu dengan membuat program,” ujarnya.

Namun demikian, Farhan mengaku pihaknya belum dapat merinci klasifikasi siswa yang mengalami gangguan kesehatan mental, baik dalam kategori ringan maupun berat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq menegaskan pemerintah pusat terus memperkuat peran guru bimbingan konseling guna meningkatkan perhatian terhadap kondisi psikologis peserta didik.

“Karena selama ini di sekolah guru kurang cepat mendeteksi persoalan anak-anaknya. Dengan memperkuat peran konseling guru BK di sekolah, kita ingin para guru menjadi pihak pertama yang bisa mendeteksi persoalan anak,” kata Fajar.

Ia menambahkan persoalan yang dialami anak di lingkungan keluarga kerap terbawa ke sekolah tanpa terdeteksi oleh guru, sehingga penguatan peran guru wali serta layanan konseling menjadi langkah penting.

Selain itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga tengah merevitalisasi fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai penghubung antara sekolah dan puskesmas dalam menangani persoalan kesehatan fisik maupun mental siswa.

“Ketika anak-anak menunjukkan gejala yang tidak wajar, guru wali harus bisa mendeteksi, lalu dibawa ke UKS untuk diajak konsultasi. Jika tidak bisa diatasi, UKS merekomendasikan untuk dirujuk ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Gufron mengatakan pihaknya berencana menghadirkan tenaga psikolog ke sekolah-sekolah untuk bekerja sama dengan guru BK serta memperkuat koordinasi dengan puskesmas setempat.

“Kita menyiapkan tenaga psikolog untuk memberikan bimbingan kepada guru BK,” katanya. (IS)

Related Articles

Latest Articles