Sabtu, Januari 10, 2026

Sejumlah Warga Gunakan Air Bersih Tanpa Flow Meter, Respons PDAM Indramayu Dinilai Lamban

Indramayu, Demokratis

Sejumlah warga di beberapa wilayah mengeluhkan penggunaan air bersih yang hingga kini belum dilengkapi pelometer (flow meter). Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat karena tidak adanya alat ukur resmi yang mencatat pemakaian air secara akurat, sekaligus menimbulkan ketidakjelasan dalam penagihan.

Menurut pengakuan warga, sambungan air bersih sudah digunakan dalam waktu cukup lama, namun hingga saat ini Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu (PDAM Tda) belum memasang pelometer sebagaimana mestinya.

Akibatnya, banyak pihak kerap merasa waswas karena diduga akan berdampak ke tagihan air yang berpotensi dihitung secara estimasi, bukan berdasarkan pemakaian riil.

“Diduga ada pelanggaran pemasangan jaringan PDAM yang dilakukan oleh (oknum—red) karyawan PDAM tanpa prosedur yang benar. Tanpa adanya flow meter di rumah-rumah tersebut ,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (7/1/2026).

Sumber lain menambahkan, bahwa persoalan itu diakui telah menyampaikan keluhan tersebut kepada pihak PDAM melalui Direktur Utama (Dirut) Nurpan. Namun, respons yang diterima dinilai masih lamban dan belum memberikan kepastian perihal terdapat rumah warga yang tidak memiliki flow meter di rumahnya.

“Sudah dilaporkan, tapi tidak ada jawaban sampai saat ini,” tambahnya.

Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait komitmen PDAM dalam menjamin transparansi dan akuntabilitas layanan air bersih.

Pelometer seharusnya menjadi komponen wajib dalam setiap sambungan pelanggan, tidak hanya untuk kepentingan penagihan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan hak konsumen.

Pernyataan Manager Unit PDAM Indramayu, Mulyadi, didampingi Untung menjelaskan bahwa pada dasarnya laporan tersebut ada beberapa tahapan agar dapat segera direspons.

Namun, pihak PDAM kembali bertanya bahwa pelapor tersebut membuat pengaduan kepada siapa. Sebab, dari pihak PDAM cabang Indramayu sendiri belum pernah menerima aduan atau laporan perihal yang dimaksud.

“Kami belum menerima laporannya. Kalau tidak ada pengaduan ya kita tidak tahu. Tapi kalau ada, tentu kita akan segera tindaklanjuti,” ujar Untung.

Ditambahkan oleh Mulyadi, bahwa kasus pencurian air memang kerapkali terjadi dan paling mudah untuk dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dari kejadian diatas, masyarakat berharap PDAM segera bertindak cepat dan tidak membiarkan persoalan ini berlarut-larut, mengingat air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menyangkut hajat hidup orang banyak. (RT)

Related Articles

Latest Articles