Sabtu, Januari 17, 2026

Kredit Macet Pola Kemitraan PT SGI Mencapai Miliaran, Diduga Petani Mitranya KW

Subang, Demokratis

Penyaluran kredit pola kemitraan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dikucurkan kisaran bulan Maret 2022 oleh Bjb Cabang Subang ke PT SGI diperuntukkan permodalan ternak ayam.

Program yang termasuk katagori ketahanan pangan tersebut ditujukan untuk membantu permodalan peternak dengan suku bunga bersubsidi yang diharapkan mereka (petani ternak) dapat menerapkan teknologi rekomendasi budidaya sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Berdasarkan hasil investigasi dan keterangan berbagai sumber yang berhasil dihimpun, menyebutkan keberadaan kandang ayam PT SGI yang terletak di Kampung Tanjungwangi Desa Tanjungwangi, kini kondisinya kosong melongpong dan dinding-dinding kandangnya ditumbuhi rerumputan liar.

Ketika berlangsung proses rekrutmen para petani yang dijadikan mitra, PT SGI diduga melakukannya  asal comot petani (baca: Petani KW), tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, sehingga dalam menjalankan usahanya tidak profesional.

Ironisnya alih-alih pendapatan dan kesejahteraan petani meningkat, bahkan malahan pailit.

Salah seorang sumber yang mengetahui seluk beluk program tersebut, pihaknya menduga PT SGI dan oknum pegawai Bjb berkolusi, sehingga meskipun keberadaan debiturya dinilai tidak memenuhi syarat bisa dicairkan dan lancar jaya.

Sejumlah peternak (petani KW) yang berhasil diwawancarai di antaranya Hen masih tercatat menunggak Rp459.206.765, begitu juga DH masih menunggak Rp459.206.765 dan AR menunggak Rp459.206.765.

Padahal menurut mereka, dirinya tidak mengerti benar ihwal transaksi kredit tersebut digunakan untuk apa dan bagaimana manajemen alur keluar masuknya keuangan tersebut.

Mereka mengaku hanya diiming-imingi sesuatu oleh oknum Avalis, tapi hingga kini belum pernah menerima dalam bentuk apapun. “Kami tidak menerima apapun yang dijanjikan Avalis, tapi ironisnya hingga kini bahkan kami namanya di-black list (bank cheking). Ketika ingin meminjam kredit di bank manapun tidak bisa, kami merasa dirugikan dengan adanya usaha peternakan tersebut,” keluhnya.

Kredit macet itu menurut sepengetahuannya sudah di-rescheduling, namun hingga kini tetap macet, jika pun ada setoran itu adalah setoran premi asuransi untuk menutupi tunggakan para debitur.

Masih kata mereka, di saat berlangsungnya kegiatan usaha, di suatu waktu ternak-ternak dilepas ke alam bebas, sehingga banyak yang mati bahkan entah bagaimana kelangsungan hidupnya ternak-ternak yang dilepas. “Apakah itu merupakan upaya mempailitkan usaha atau apalah maksudnya, kami tidak mengerti tujuan akhirnya,” ujarnya heran.

Hingga berita ini terbit, baik pihak PT SGI maupun Bjb Cabang Subang, belum berhasil dimintai keterangannya. (Abh)

Related Articles

Latest Articles