Kamis, Januari 29, 2026

Porsche Siap Luncurkan Cayenne Listrik

Porsche kembali menunjukkan taringnya di panca niaga mobil listrik dunia. Pabrikan sportscar asal Jerman ini dikabarkan siap meluncurkan Cayenne Electric pada ajang Beijing Auto Show, April 2026 mendatang. Langkah ini menjadi sinyalemen kuat bahwa Porsche tidak main-main dalam menantang dominasi SUV listrik berperforma tinggi.

Mengusung arsitektur Premium Platform Electric (PPE), Cayenne Electric hadir dengan angka-angka yang bakal membuat jantung penggemar otomotif berdegup kencang. Tak tanggung-tanggung, varian tertingginya diklaim mampu memuntahkan tenaga hingga 1.156 hp.

Turbo Electric: Monster di Jalur Aspal

Berdasarkan laporan Carnewschina, Cayenne generasi setrum ini akan ditawarkan dalam dua varian utama: standar dan Turbo Electric sebagai kasta tertinggi.

Varian Turbo Electric adalah bintang utamanya. Dalam kondisi standar, motor ganda yang diusungnya menghasilkan 857 hp. Namun, begitu fitur launch control diaktifkan, tenaganya melonjak drastis menjadi 1.156 hp dengan torsi masif 1.500 Nm.

Hasilnya? Akselerasi 0-100 km/jam tuntas hanya dalam waktu 2,5 detik. Angka ini jelas menempatkan SUV bongsor ini setara dengan kemampuan supercar.

Untuk varian standar, Porsche membekalinya dengan motor ganda bertenaga 408 hp yang bisa ‘disuntik’ menjadi 442 hp. Meski sebagai model dasar, kemampuannya tetap impresif dengan sprint 0-100 km/jam dalam 4,8 detik.

Teknologi Balap dalam Balutan SUV

Satu fitur yang menarik adalah fungsi ‘Push-to-Pass’. Bak mobil balap Formula E, fitur ini memberikan tambahan tenaga instan sebesar 176 hp selama 10 detik untuk kebutuhan menyalip.

Soal daya tahan, Porsche menyematkan arsitektur listrik 800V dengan baterai berkapasitas 113 kWh. Urusan kaki-kaki pun tak luput dari sentuhan magis Stuttgart; suspensi udara dual-chamber, torque vectoring, hingga kemudi roda belakang hadir sebagai standar untuk memastikan manuver tetap presisi meski dimensinya kini lebih bongsor.

Secara dimensi, Cayenne Electric lebih panjang 130mm dibandingkan versi bensinnya, memberikan ruang kabin yang lebih lega dan stabil.

Interior Futuristik: Layar OLED dan Augmented Reality

Masuk ke kabin, Porsche memanjakan pengemudi dengan kluster instrumen digital OLED 14,25 inci dan layar tengah melengkung yang dijuluki ‘Flow Display’. Tak berhenti di situ, ada opsi Head-Up Display dengan teknologi Augmented Reality (AR) seluas 87 inci yang membuat navigasi terasa seperti di dalam kokpit pesawat tempur.

Secara estetika, Cayenne Electric tetap mempertahankan garis karakter khas Porsche namun dengan sentuhan aerodinamika aktif di bumper depan dan elemen sayap belakang yang dapat ditarik (retractable).

Kehadiran Cayenne Electric di Beijing nanti bukan sekadar peluncuran produk, melainkan pernyataan sikap Porsche bahwa masa depan SUV mewah adalah tentang perpaduan sempurna antara efisiensi listrik dan tenaga yang brutal. (Rio)

Related Articles

Latest Articles