Sabtu, Januari 31, 2026

Sungai Cipunagara Meluap dan Air Laut Pasang, Lima Desa di Pantura Subang Terendam Banjir

Subang, Demokratis

Luapan Sungai Cipunagara dan Sungai Cigadung yang terjadi bersamaan dengan air laut pasang mengakibatkan banjir merendam pemukiman warga di wilayah Pantura Kabupaten Subang. Sedikitnya lima desa di Kecamatan Pamanukan terdampak dan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, Jumat (30/01/2026).

Lima desa yang terdampak banjir tersebut yakni Desa Mulyasari, Desa Pamanukan, Desa Rancasari, Desa Bongas, dan Desa Ranca Hilir. Hingga saat ini dipastikan tidak ada korban jiwa, sementara warga yang terdampak telah mengungsi sejak dini hari.

“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada korban. Warga yang rumahnya terendam banjir sudah mengungsi ke tempat yang lebih aman sejak sekitar pukul 01.00 WIB,” ujar salah seorang warga setempat.

Banjir terjadi akibat meningkatnya debit air Sungai Cipunagara dan Cigadung yang tidak mampu lagi menampung aliran air. Luapan sungai tersebut masuk ke permukiman warga, khususnya di Dusun Kedung Gede RT 36 RW 11 Desa Mulyasari, serta merendam wilayah di empat desa lainnya.

Tokoh masyarakat Desa Mulyasari, H. Jamal, menjelaskan bahwa banjir diperparah oleh kondisi air laut yang sedang pasang, sehingga aliran air sungai tertahan dan meluap ke permukiman.

“Air dari Kali Cipunagara meluap ke perkampungan warga. Kondisi ini diperparah dengan air laut yang pasang sehingga aliran air tidak bisa mengalir lancar,” ujar H. Jamal.

Akibat kejadian tersebut, aktivitas warga lumpuh dan sejumlah rumah terendam air. Warga berharap adanya penanganan serius dari pemerintah dan pihak terkait, mengingat kawasan Pantura Pamanukan kerap menjadi langganan banjir saat debit sungai meningkat bersamaan dengan pasang laut.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih mengungsi dan terus berjaga sambil memantau ketinggian air, menunggu langkah penanganan lebih lanjut dari pemerintah setempat. (Abdulah)

Related Articles

Latest Articles