Kabar gembira bagi para pecinta SUV mungil legendaris, Suzuki Jimny. Di Jepang, pembaruan terbaru untuk model Suzuki Jimny Nomade (Tipe 2) secara resmi telah diumumkan dan keran pemesanannya kembali dibuka per 30 Januari 2026. Meski pengiriman unit secara resmi baru akan dimulai pada Juli 2026, detail mengenai perubahan apa saja yang diusung oleh “Tipe 2” ini sudah mulai terungkap ke publik.
Bagi mereka yang berharap adanya perubahan wajah secara radikal, mungkin harus sedikit bersabar. Secara visual, Jimny Nomade Tipe 2 hampir identik dengan pendahulunya. Perubahan eksterior hanya menyentuh bagian kisi-kisi bawah (lower grille) yang kini mengusung motif garis horizontal, menggantikan motif mesh atau jaring pada model Tipe 1. Selain itu, kini terdapat sensor parkir depan yang cukup mencolok jika diperhatikan dari dekat.
Namun, daya tarik utama dari Tipe 2 ini sebenarnya terletak pada kecanggihan fitur keselamatannya. Suzuki memberikan pembaruan besar-besaran pada sistem Suzuki Safety Support. Kini, Jimny Nomade dilengkapi dengan Dual Sensor Brake Support II, fitur peringatan saat lampu lalu lintas berubah hijau, hingga kemampuan membaca rambu dilarang putar balik.
“Ini adalah lompatan besar bagi sebuah mobil yang dikenal dengan karakter maskulin dan tradisionalnya,” tulis Creative 311, Rabu (4/2/2026).
Peningkatan fitur ini juga berdampak langsung pada kenyamanan berkendara jarak jauh. Untuk varian transmisi otomatis (4AT), Suzuki kini menyematkan Adaptive Cruise Control (ACC) yang sudah mendukung fungsi full-speed tracking. Sementara itu, bagi pecinta transmisi manual (5MT), fitur cruise control tetap tersedia dan mulai aktif pada kecepatan di atas 30 km/jam. Hal ini membuat Jimny tidak lagi sekadar mobil “garang” di jalur off-road, tapi juga nyaman untuk perjalanan di jalan tol.
Masuk ke bagian interior, perubahan yang paling terasa adalah pada panel instrumen pengemudi. Jika pada model sebelumnya layar informasinya masih berwarna monokrom (hitam putih), kini Tipe 2 sudah menggunakan layar berwarna yang memberikan kesan lebih modern dan mewah. Selain itu, seluruh lampu kabin mulai dari bagian depan, tengah, hingga bagasi kini sudah menggunakan teknologi LED sebagai standar, bukan lagi lampu kuning biasa.
Kepraktisan berkendara juga ditingkatkan dengan adanya tombol hands-free pada setir. Pengemudi kini bisa menerima telepon, mengatur volume musik, hingga mengganti mode audio tanpa harus melepaskan tangan dari kemudi. Fitur sederhana ini sangat membantu konsentrasi pengemudi, terutama saat melintasi medan yang menantang atau kemacetan kota yang padat.
Meski demikian, pengamat otomotif dari Creative Trend memberikan catatan menarik. Peningkatan sensor keselamatan ini di satu sisi membuat Jimny menjadi mobil hobi yang lebih “aman,” namun di sisi lain dianggap bisa sedikit mengurangi sensasi berkendara murni di jalur off-road. Bagi para petualang sejati, sensor pengereman otomatis terkadang dianggap cukup mengganggu saat sedang bermanuver di medan ekstrem.
Saat ini, Suzuki menerapkan aturan baru untuk pemesanan di Jepang guna menghindari praktik spekulan atau “tengkulak” mobil. Pemesanan yang masuk antara tanggal 30 Januari hingga akhir Februari akan diproses melalui sistem undian, baru setelahnya akan menggunakan sistem “siapa cepat dia dapat.” Langkah ini diambil karena antusiasme terhadap Jimny Nomade masih sangat tinggi di pasar global maupun domestik Jepang. (Rio)
