Kamis, Februari 5, 2026

Pergantian Kepala Sekolah di Lingkungan Cabdis Pendidikan Wilayah X Tidak Tepat Sasaran

Tapteng, Demokratis

Pergantian kepala sekolah SMA/SMK di lingkungan Cabdis Pendidikan Wilayah X Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang dilantik Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution pada Senin (19/1/2026) lalu, menuai sorotan tajam dari kalangan masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pasalnya, pergantian kepala sekolah dinilai tidak tepat sasaran.

Bahkan Maisarah Marbun, S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri I Sirandorung, Siti Aisyah, S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri I Andam Dewi, Bambang, S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri I Sorkam, diduga  kerap tidak masuk kantor atau jarang masuk ke sekolah tidak dicopot dari jabatannya sebagai kepala sekolah.

 

Binsar Erikson Hutagalung selaku Sekretaris LSM Perkara Sibolga yang bertugas di wilayah Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) menyebutkan bahwa kepala sekolah yang kerap tidak masuk kantor merupakan pelanggaran disiplin ASN/PP 94 Tahun 2021 dan Undang-Undang Nomor 53/2010 berpotensi menciptakan iklim sekolah tidak kondusif.

Tindakan ini dikategorikan korupsi waktu dan patut dipertanyakan karena mengabaikan tupoksi manajerial yang menuntut tindakan tegas untuk menjaga kualitas pendidikan.

“Diduga jarang masuk kantor atau jarang masuk ke sekolah. Berulang kali LSM Perkara berkunjung ke sekolah, namun tidak pernah jumpai kepala sekolahnya bahkan sejumlah masyarakat ikut menjadi resah akibat ulah oknum kepala sekolah yang jarang sekali masuk ke sekolah, Kamis (29/1/2026) pukul 10.00 WIB,” sebutnya.

Masyarakat di lingkungan sekolah ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (29/1/2026), menuturkan bahwa kepala sekolah sering tidak masuk kantor dan tidak diketahui jelas apa penyebabnya.

Seharusnya Maisarah Marbun, S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri I Sirandorung, Siti Aisyah, S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri I Andam Dewi, Bambang, S.Pd Kepala Sekolah SMA Negeri I Sorkam selaku kepala sekolah memberikan contoh yang baik dan harus berprilaku disiplin.

Ironisnya lagi, beberapa awak media berulang kali mencoba untuk menjumpai kepala sekolahnya, namun usaha awak media selalu tidak dapat dijumpai kepala sekolahnya.

Hal tersebut membuat tanda tanya, Mengapa Kepala Sekolah SMA Negeri I Sirandorung, Kepala Sekolah SMA Negeri I Andam Dewi, dan Kepala Sekolah SMA Negeri I Sorkam kerap tidak masuk ke sekolah dipertahankan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, padahal masih banyak sosok pemimpin yang mampu untuk menjadi kepala sekolah. (NH)

Related Articles

Latest Articles