Inter Milan susah-payah mendapatkan tiket ke semifinal Coppa Italia. Dalam duel di babak perempat final yang digelar di tempat netral di Stadion U-Power, Monza, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB, Inter hanya menang tipis 2-1 atas Torino. Kemenangan yang menjaga asa Inter meraih double winners.
Pelatih Cristian Chivu berpeluang meraih sukses dalam debutnya menangani Inter menggantikan Simone Inzaghi. Target meraih gelar ganda dengan memenangi Serie A Italia dan Coppa Italia masih terbuka. Bahkan Inter masih bertahan di Liga Champions meski harus melakoni playoff untuk menuju 16 besar.
Saat ini, Inter masih bertengger di puncak klasemen Liga Italia. Dengan mengantungi poin 55, Inter sudah unggul lima poin dengan rival satu kota, AC Milan yang di laga terakhir mengalahkan Bologna 3-0.
Sukses di kompetisi domestik masih harus dijaga karena pertarungan memperebutkan Scudetto memang belum usai. Tak hanya itu, Inter juga masih harus berjibaku di Coppa Italia. Setelah menyingkirkan Torino, di semifinal I Nerazzurri akan bertemu Napoli atau Como 1907.
“Saya puas dengan performa dan energi yang ditunjukkan tim. Kami memang membutuhkannya untuk pertandingan seperti itu. Saat sudah unggul 2-1, tim lawan memang seperti mendapat angin kedua dan bermain dengan penuh antusias. Hanya saja mereka memang tak menciptakan banyak masalah bagi kami,” kata Chivu seperti dikutip Football Italia.
“Harus diakui pertandingan seperti ini memang butuh energi lebih dan kaki yang lebih bugar. Jadi saya memilih pemain yang punya energi. Jangan lupa kami melakoni laga dengan jadwal padat di bulan Januari. Namun di bulan Februari ini, pertandingan kami bakal lebih padat,” ucapnya.
Dalam pertandingan yang digelar di tempat netral karena Stadion San Siro yang menjadi kandang Inter akan digunakan untuk pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026, Chivu memilih merotasi pemain. Kapten Lautaro Martinez dan striker muda Francesco Pio Esposito dibangkucadangkan sehingga Marcus Thuram berduet dengan Ange-Yoan Bonny.
Chivu juga tak bisa memainkan sebagian pemain pilar, Matteo Darmian, Nicolo Barella, Hakan Calhanoglu dan Denzel Dumfries yang belum pulih dari cedera. Ini menjadikan anak muda Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate untuk kali pertama melakoni debut sebagai starter.
Inter sempat mendapat perlawanan dari Torino saat Clinton Njie mendapat peluang. Hanya saja sepakan dia bisa diblok bek Francesco Acerbi. Begitu pula sepakan gelandang Matteo Prati masih melambung.
Setelah menerima ancaman itu, Inter mulai bangkit. Mereka secara perlahan menguasai pertahanan dan nyaris unggul saat Carlos Augusto mendapat peluang untuk mencetak gol di menit 20. Namun tendangan dia melewati atas mistar gawang.
Berkali-kali menemui kebuntuan, Inter akhirnya bisa membobol gawang Torino. Ange-Yoan Bonny sukses membuka kemenangan Inter setelah menyelesaikan umpan silang Kamate di menit 35.
Gol yang mengubah skor menjadi 1-0 membuat pemain Inter kian bersemangat menekan pertahanan Toro. Namun usaha mereka tak membuahkan hasil sampai akhir babak pertama.
Memasuki babak kedua, Torino mencoba mengambil inisiatif menyerang. Tim asuhan Marco Baroni langsung mendapat peluang melalui striker Sandro Kulenovic yang menyambut bola silang Nikola Vlasic. Hanya saja sundulan dia masih bisa diatasi oleh Augusto.
Sebaliknya Inter juga dengan cepat melakukan tekanan. Serangan mereka ternyata lebih efektif ketimbang Torino. Terbukti, pertandingan memasuki menit 47, Inter sudah menambah gol. Berawal dari aksi gelandang Davide Frattesi yang berhasil menang dalam perebutan bola dan kemudian memberikannya kepada Thuram.
Pemain timnas Perancis ini menyodorkan bola kepada Andy Diouf yang mengonversinya menjadi gol. Skor berubah 2-0 untuk keunggulan La Beneamata. Meski sudah bisa menambah gol, namun mereka tak lengah dan tetap bermain solid.
Hanya saja, Torino menolak menyerah. Mereka kian agresif menekan demi mengejar ketinggalan gol. Usaha itu ternyata bisa membuahkan hasil saat Marcus Pedersen memberikan umpan kepada Kulenovic. Meski bola dari Pedersen sedikit berbelok arah, namun Kulenovic masih bisa memaksimalkannya untuk membobol gawang Josep Martinez yang menggantikan Yann Sommer.
Skor berubah 2-1 yang menjadikan pertandingan kian sengit. Hanya Inter masih bisa bermain solid sehingga mencegah Torino menambah gol. Skor itu pun bertahan hingga laga usai. (Rio)
