Jumat, Februari 6, 2026

Keluarga Bocah Meninggal Tak Pernah Dapat Bansos, Mensos Akui Data Bermasalah

Jakarta, Demokratis

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengakui keluarga almarhum YBS, siswa kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum pernah terdata sebagai penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Pernyataan tersebut disampaikan mensos menanggapi kasus meninggalnya YBS yang diduga terkait tekanan berat akibat kondisi ekonomi keluarga, termasuk keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan sekolah, seperti buku dan alat tulis.

“Orang tua almarhum YBS memang belum pernah terdata sebagai keluarga penerima manfaat (KPM) sehingga selama ini tidak menerima bantuan sosial,” ujar Saifullah Yusuf, Kamis (5/2/2026).

Mensos menegaskan, Kementerian Sosial telah menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen langsung terhadap kondisi keluarga almarhum, termasuk sang nenek yang selama ini menjadi pengasuh.

“Kami sudah menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan asesmen. Harapannya, keluarga almarhum YBS dan neneknya bisa segera masuk dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sehingga berhak menerima bantuan ke depan,” tegasnya.

Kasus meninggalnya YBS menjadi sorotan publik dan mencerminkan masih adanya persoalan serius dalam pendataan dan penyaluran bansos. YBS yang masih duduk di bangku sekolah dasar diketahui hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas.

Di lapangan terungkap sang nenek sempat menerima bantuan sosial, tetapi namanya kemudian dicoret dari daftar KPM sehingga hak bantuan tersebut terhenti. Pencoretan tersebut diduga terjadi tanpa pendampingan yang memadai.

Dalam kesempatan yang sama, Saifullah Yusuf juga mengakui ketidaktepatan sasaran bansos masih menjadi persoalan nasional. “Dari total bansos yang disalurkan sepanjang 2024 hingga 2025, sekitar 45% masih belum tepat sasaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dari sekitar 35 juta data penerima bansos yang harus diverifikasi, baru 12 juta warga yang telah tervalidasi. Sementara sisanya masih menunggu proses ground check atau pengecekan langsung di lapangan. “Masih ada jutaan data yang harus kami verifikasi agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” pungkasnya. (Albert S)

Related Articles

Latest Articles