Sabtu, Februari 7, 2026

Puji Transformasi Siswa SR Tuban, Gus Ipul Targetkan Sekolah Permanen Beroperasi 2027

Tuban, Demokratis

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) memberikan apresiasi tinggi atas progres signifikan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 18 Tuban.

Setelah empat bulan berjalan, program yang menjadi miniatur strategi pengentasan kemiskinan Presiden Prabowo Subianto ini mulai menunjukkan dampak nyata pada perubahan karakter siswa dan pemberdayaan keluarga.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai menghadiri Sosialisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) bersama jajaran Pemkab Tuban, camat, kepala desa, serta orang tua siswa di Kabupaten Tuban, Jumat (6/2/2026).

Transformasi Karakter dan Kepercayaan Diri Siswa

Gus Ipul menyoroti perubahan perilaku positif yang ditunjukkan para siswa SRT 18 Tuban. Menurutnya, anak-anak dari keluarga prasejahtera kini tampil lebih berani dan disiplin.

“SRT 18 Tuban telah berjalan dengan baik. Sekarang anak-anak lebih percaya diri, lebih disiplin, dan mulai berani menyampaikan pendapat. Ini adalah fondasi karakter yang kita inginkan,” ujar Gus Ipul.

Keberhasilan ini dibuktikan dengan aksi panggung para siswa saat acara sosialisasi, di antaranya:

Pidato Dua Bahasa: Penampilan Bilqis Shofa (Bahasa Inggris) dan Amaludin (Bahasa Arab).

Kesenian: Tari Lencir Kuning, monolog, pantomim, hingga pembacaan puisi yang menunjukkan kreativitas peserta didik.

Miniatur Pengentasan Kemiskinan Terintegrasi

Berbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Rakyat menyasar keluarga yang berada pada desil 1 dan 2 DTSEN. Program ini menggunakan pendekatan dua arah: pendidikan bagi anak dan pemberdayaan ekonomi bagi orang tua.

“Putra-putrinya sekolah, orang tuanya mengikuti program pemberdayaan. Harapannya, saat anak lulus, keluarganya juga sudah ‘naik kelas’ menjadi lebih berdaya secara ekonomi,” jelas Mensos.

Saat ini, rintisan Sekolah Rakyat telah menjangkau 166 titik di seluruh Indonesia dengan total lebih dari 15.000 siswa, didukung oleh 2.000 guru dan 4.000 tenaga kependidikan.

Pembangunan Sekolah Permanen di Mondokan

Pemerintah berkomitmen membawa program ini ke level yang lebih masif. Sebanyak 104 Sekolah Rakyat permanen mulai dibangun secara nasional. Di Tuban, lahan seluas 5-7 hektare di Desa Mondokan telah disiapkan untuk pembangunan fisik.

Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap proyek strategis ini.

“Proses pembangunan di lahan Desa Mondokan sedang berjalan, saat ini tahap pengurukan. Target kami, akhir 2026 konstruksi selesai sehingga tahun 2027 sudah bisa beroperasi penuh,” ungkap Aditya didampingi Wakil Bupati Joko Sarwono.

Sekolah permanen ini nantinya diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA, guna memastikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat prasejahtera di Tuban. (JP)

Related Articles

Latest Articles