Rabu, Februari 11, 2026

Wapres Gibran Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah

Jakarta, Demokratis

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kedatangan sejumlah petinggi Menara Syariah PIK2 di Istana Wakil Presiden RI, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dalam sesi audiensi itu, Wapres mengungkap rencananya untuk konsolidasi seluruh pemangku kepentingan dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.

“Wapres sangat mendukung berdirinya Menara Syariah PIK2 dan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Beliau saat ini memang akan mengonsolidasikan semua aspek keuangan syariah,” kata Komisaris Menara Syariah Harianto Solichin.

Diketahui, Menara Syariah PIK 2 merupakan proyek kolaborasi PT Fin Centerindo Dua, PT Bangun Kosambi Sukses (Agung Sedayu Group dan Salim Group) dan Matrix Concepts Holding Berhad dari Malaysia. Dirinya pun aktif mempromosikan Menara Syariah PIK2 sebagai pusat ekonomi dan keuangan Islam.

Pemerintah juga berkomitmen membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif sejak tahun 2025. Bahkan Gibran, lanjutnya, menaruh perhatian besar akan tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah skala global.

“Menara Syariah diharapkan menjadi pasar ekonomi syariah secara global, dengan adanya ekosistem ini yang dibangun di Banten,” katanya.

Adapun, kehadiran Menara Syariah PIK2 yang akan menjadi pusat aktivitas bisnis dan pendidikan syariah, adalah wujud dari konsistensi Indonesia dalam kebijakan bauran ekonomi.

“Bauran strategi ini bermakna penting bagi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. Sebab tantangan pembangunan bukan semata meraih pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya, namun memastikan pertumbuhan yang diraih benar-benar mampu menafkahi masyarakat sampai lapisan bawah,” ujarnya.

Harianto menilai, Banten memiliki potensi besar bagi pertumbuhan kawasan industri baru dan kawasan industri khusus berbasis industri halal di bidang kuliner, fesyen, wisata, maupun keuangan syariah.

“Semoga dari Banten ini menjadi langkah awal memajukan industri halal di Indonesia.” katanya.

Sebelumnya, Harianto Solichin, Komisaris Menara Syariah PIK2 mengutarakan akan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya mengoptimalkan aktivitas bisnis, keuangan, dan pendidikan ekonomi syariah di Menara Syariah PIK2. Nantinya, gedung itu akan menjadi wadah tercipta ekosistem ekonomi syariah skala nasional dan internasional.

Dicontohkannya, PT Fin Centerindo Satu (FCS), selaku pengelola Menara Syariah telah menggandeng lima perguruan tinggi di Malaysia dan tiga perguruan tinggi di Brunei Darussalam dan sekitar 30 lebih Universitas dalam negeri untuk membuka pendidikan terkait perekonomian syariah. Pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding) dengan sejumlah perguruan tinggi di negara jiran itu sejak April 2025. (EKB)

Related Articles

Latest Articles