Rabu, Februari 11, 2026

Jelang Produksi Massal, Pabrik BYD di Subang Sudah Kantongi Empat Sertifikat

BYD Motor Indonesia kembali menyampaikan perkembangan terbaru pembangunan fasilitas perakitan kendaraannya yang berlokasi di kawasan industri Smartpolitan Subang, Jawa Barat. Proyek pabrik tersebut telah mengantongi empat sertifikat penting sebagai prasyarat untuk memulai produksi massal.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan, menjelaskan sertifikat pertama yang diperoleh adalah sertifikat standar. Selanjutnya, perusahaan juga telah mendapatkan World Manufacturer Identifier (WMI) yang dibutuhkan untuk penerbitan Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK).

“Kedua, adalah WMI (World Manufacturer Identifier), untuk bisa mendapatkan NIK kendaraan atau tanda pengenal. Kemudian, sertifikat implementasi IKD (Incompletely Knocked Down),” jelas Luther di booth BYD pada ajang IIMS 2026, Selasa (10/2/2026).

Menurut Luther, sertifikat keempat yang berhasil diraih adalah IKD khusus untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). “Artinya, fasilitas kita sudah sangat siap, sangat komplit, untuk bisa memperoduksi sesuai dengan TKDN yang ditentukan,” tegasnya.

Saat ini, fokus persiapan pabrik BYD di Subang berada pada proses integrasi peralatan perakitan yang jumlahnya mencapai ratusan unit. Proses tersebut tengah berjalan agar seluruh lini produksi dapat beroperasi optimal.

“Proses ini sedang dijalankan, dan pada akhirnya nanti kita bisa roll off produk yang prima tanpa ada cacat,” ujar Luther.

Pabrik BYD di Subang dipilih karena letaknya yang strategis, dekat dengan Pelabuhan Patimban serta berada di koridor industri otomotif yang terhubung dengan Karawang dan Cikarang. Dengan luas sekitar 100 hektar, fasilitas ini akan menjadi pusat produksi kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus ekspor ke kawasan Asia Tenggara.

Sebagai bentuk keseriusan di pasar Indonesia, BYD mengucurkan investasi sekitar Rp11,7 triliun untuk pembangunan pabrik tersebut. Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 150.000 unit per tahun dan target mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun ini, pabrik ini diharapkan menjadi langkah strategis BYD dalam memperkuat eksistensinya di industri kendaraan listrik nasional. (Rio)

Related Articles

Latest Articles