AC Milan nyaris kehilangan poin sebelum akhirnya mengalahkan Pisa 2-1 di pertandingan Serie A Italia di Stadion Arena Garibaldi, Sabtu (14/2/2026) dini hari WIB. Gol Luka Modric yang menentukan kemenangan sekaligus menjadikan Milan mendekati pimpinan klasemen Inter Milan.
Milan harus bekerja keras saat menghadapi Pisa, tim promosi yang kemungkinan besar bakal kembali ke Serie B karena menduduki dasar klasemen. Laga itu diwarnai kegagalan pemain anyar Niclas Fullkrug mengeksekusi penalti yang menjadikan Milan terancam kehilangan poin karena Felipe Loyola kemudian berhasil menyamakan kedudukan.
Beruntung ada Modric yang kemudian membobol gawang Pisa. Gelandang veteran yang bergabung secara gratis setelah masa tugasnya di Real Madrid ini berakhir membawa Milan.
Kemenangan atas Pisa menjadikan Milan berhasil memangkas jarak poin dengan Inter yang masih bertengger di puncak klasemen. Kini, Milan yang bertahan di peringkat dua sudah mengantungi poin 53. Terpaut lima poin dengan Inter. Namun Milan masih menyimpan satu laga tunda melawan Como 1907 yang dijadwalkan digelar pada 18 Februari 2026.
Sementara, kekalahan Pisa menjadi debut mengecewakan pelatih Oscar Hiljemark. Tampil di kandang sendiri, Hiljemark gagal memberi kemenangan pertama sehingga Pisa kian terbenam di dasar klasemen.
Dengan mengantungi poin 15, Pisa kian sulit untuk keluar dari zona degradasi. Mereka tertinggal enam poin dengan Lecce yang menduduki peringkat 17 atau satu strip di atas zona merah.
Laga Pertama Milan di Pisa
Laga itu merupakan untuk kali pertama selama 35 tahun Milan mengunjungi markas Pisa. Pasalnya, Pisa lebih banyak berkutat di divisi bawah sebelum akhirnya promosi ke kasta tertinggi. Namun, Pisa kesulitan menghadapi persaingan ketat di Serie A dan hanya meraih satu kemenangan saja yang menjadikan mereka lebih banyak berkutat di papan bawah.
Milan sendiri langsung menekan pertahanan lawan dengan bermain ofensif. Tim asuhan Massimiliano Allegri sudah mendapat peluang saat mendapat tendangan bebas di luar kotak penalti. Hanya saja eksekusi Modric secara gemilang digagalkan kiper Nicolas David Andrade.
Setelah berkali-kali serangan mereka menemui kebuntuan, Milan akhirnya membobol gawang Pisa melalui Ruben Loftus-Cheek di menit 39. Loftus-Cheek yang kembali mendapat panggilan dari pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel ini berhasil menyambut umpan silang dari Zachary Athekame dan sundulannya membawa Milan unggul 1-0. Athekame sendiri yang menyelamatkan Milan dari kekalahan saat menjamu Pisa dan pertandingan berakhir imbang 2-2.
Di babak kedua, Milan sesungguhnya tetap mendominasi. Mereka melakukan tekanan dan berpeluang menambah gol saat mendapat hadiah penalti di menit 56. Penalti diberikan setelah bek Strahinja Pavlovic yang berlari menyambut umpan Davide Bartesaghi dijatuhkan Felipe Loyola di kotak terlarang.
Sayangnya, Fullkrug yang maju sebagai eksekutor gagal memaksimalkan peluang emas itu. Tendangan dia membentur tiang gawang sehingga Rossoneri gagal memperbesar keunggulan.
Kegagalan penalti Milan menjadikan Pisa terlecut semangat dan berusaha mengimbangi permainan lawan. Mereka mulai keluar dari tekanan dan akhirnya berhasil membobol gawang Mike Maignan di menit 71. Gol dihasilkan Felipe Loyola yang membayar kesalahannya setelah menyebabkan penalti yang kemudian gagal dituntaskan Fullkrug.
Dalam posisi imbang 1-1, Milan tak menyerah dan bangkit untuk kembali mengendalikan permainan. Hanya usaha mereka sempat menemui kegagalan sampai akhirnya Modric tampil sebagai penyelamat di menit 84.
Berawal dari aksi pemain pengganti Samuele Ricci yang terjatuh kotak penalti yang menjadikan bola bergerak liar. Modric yang berlari melakukan penetrasi langsung menyambar bola untuk membobol gawang Pisa. Ini merupakan gol kedua kapten timnas Kroasia tersebut untuk Milan.
Skor berubah 2-1 untuk Milan. Saat pertandingan segera berakhir, Milan kehilangan gelandang Adrien Rabiot yang mendapat kartu merah karena menjatuhkan Gabriele Piccini di injury time.
Wasit semula hanya memberikan kartu kuning kepada pemain Perancis ini. Hanya Rabiot malah melakukan protes atas keputusan wasit sehingga dia kemudian dikartu merah.
Protes yang tak ada guna dan berakibat fatal karena Milan kehilangan Rabiot dalam big match di Derby della Madonnina melawan Inter pekan depan. Laga itu sendiri berakhir 2-1 untuk kemenangan Milan. (Rio)
