Selasa, Februari 17, 2026

Sopir Kontainer yang Tewaskan Tiga Orang di Kolong Jembatan CKM Diamankan Polantas Karawang

Laporan Juanda Sipahutar

Nasib orang tidak satu pun ada yang tahu di mana dan kapan kita akan kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Begitu juga nasib tiga orang korban yang mengalami kecelakaan di kolong jembatan CKM, tiga nyawa orang melayang karena tertimpa oleh satu mobil kontainer.

Peristiwa yang mengenaskan itu terjadi di Jalan Irigasi Bandasari Karawang, malam Minggu (25/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Malam itu berubah menjadi mimpi buruk bagi keluarga korban. Dentuman keras mengguncang kawasan Kolong Jembatan Perum Citra Kebun Mas (CKM). Dalam hitungan detik, tiga nyawa melayang di lokasi yang selama ini dikenal sebagai akses kendaraan kecil, bukan jalur truk bertonase berat.

Sebuah kontainer bermuatan minyak goreng diduga nekat menerobos jalur sempit di bawah jembatan. Ruas tersebut minim pencahayaan, memiliki ruang manuver terbatas, dan kerap digunakan warga sekitar untuk lalu lintas lokal.

Keputusan membawa kendaraan besar melintasi jalur itu diduga menjadi awal dari tragedi maut yang tak terhindarkan.

Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, SH., MM., memastikan sopir kontainer telah diamankan.

“Kami sudah mengamankan sopir kontainer dan barang bukti, kemudian melaporkan kejadian ini, dan semuanya saat ini berada di Polres Karawang,” tegasnya.

Proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko. Petugas kepolisian bersama warga harus berjibaku selama kurang lebih dua setengah jam di lokasi gelap dan sempit untuk mengevakuasi korban serta mengamankan kendaraan. Tangis keluarga dan warga pecah di tengah kepungan lampu darurat dan sirene yang meraung.

Polisi kini mendalami dugaan bahwa kendaraan masuk ke jalur tersebut setelah diarahkan oleh seseorang yang kerap berada di lokasi—dikenal warga sebagai “pak ogah”. Jika terbukti, keberadaan pengarah jalan liar itu bisa menjadi bagian penting dalam rangkaian penyebab kecelakaan.

“Kami akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Muatan kendaraan berupa minyak goreng yang akan dibawa ke gudang,” tambah AKP Sudirianto.

Tragedi ini memantik pertanyaan serius soal pengawasan jalur dan penertiban kendaraan besar di kawasan permukiman. Warga menilai jalur bawah jembatan CKM bukanlah lintasan yang layak bagi truk kontainer. Minimnya rambu larangan, penerangan yang buruk, serta maraknya pengarah jalan ilegal dinilai menjadi kombinasi berbahaya.

Kini, tiga keluarga harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang terkasih. Sementara itu, publik menanti langkah tegas aparat—bukan hanya mengusut sopir dan dugaan pengarah liar, tetapi juga mengevaluasi sistem pengawasan agar kolong jembatan CKM tidak kembali menjadi titik maut berikutnya…

Related Articles

Latest Articles