Denpasar, Demokratis
Satu dari dua anggota LSM LPK RI yakni Sof (52) diamankan tim Intel 163/Wirasatya karena diduga melakukan pemerasan terhadap pegawai SPBU di Denpasar. Selain Sof turut juga diamankan Wakil Sekretaris LPK RI DPD Bali AJ beserta satu unit mobil yang diduga digunakan saat beroperasi. Sedangkan satu anggota LPK RI lainnya berinisial Rsd diperkirakan sudah melarikan diri.
Tak cuma melakukan pengamanan dan penyitaan, tim Intel 163/Wirastya juga menyegel kantor LPK RI DPD Bali yang beralamat di Jalan Suli Denpasar.
Keterangan yang diperoleh media ini, Sabtu (7/3/2026), menyebutkan, praktik tidak terpuji itu diduga kuat dimotori Ketua LPK RI DPD Bali, Wtn dengan mengajak/mengundang sejumlah anggota LPK RI dari salah satu daerah di Jawa Timur untuk melancarkan operasi di Bali, khususnya di Denpasar.
Target yang menjadi sasaran komplotan ini adalah mengintai SPBU yang diperkirakan melakukan pelanggaran. Pada 23 Februari 2026 lalu, Sof dan Rsd mendatangi SPBU yang berada di Jalan Tukad Yeh Aya Denpasar. Di tempat ini, kedua oknum anggota LPK RI itu diperkirakan menemukan adanya pelanggaran dan langsung merekam video. Selanjutnya rekaman video ini diposting di media sosial tiktok dan sempat viral. Selain itu, Sof dan Rsd juga melayangkan surat somasi kepada pegawai SPBU tersebut.

Beberapa hari kemudian, kedua oknum yang juga sering mengaku-ngaku sebagai wartawan ini menghubungi pihak yang diduga melakukan pelanggaran saat membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU tersebut.
Menyikapi hal ini, menurut sumber, anggota tim Intel 163/Wirasatya kemudian melakukan penyemaran dan menemui mereka. Diduga keras kedua oknum ini melakukan pemerasan uang sekitar Rp 30 juta dan dana “atensi” sebesar Rp 6 juta per bulan. Namun akhirnya terpaksa diamankan tim intel 163/Wirasatya.
Dalam rekaman video yang beredar, AJ, Wakil Sekretaris LPK RI DPD Bali menyebutkan masalah ini dilakukan Ketua LPK RI DPD Bali Wtn dan anggota LPK RI Jember Rsd, yaitu pemerasan terhadap pegawai SPBU di Bali. AJ mengaku tidak tahu-menahu dan dijadikan “tumbal”. Untuk itu pula AJ memohon Ketua DPP LPK RI Pusat agar membantu dirinya karena Wtn tidak bertanggung jawab.
Sementara Sof dalam rekaman video mengaku sempat ketakutan setelah mengetahui bahwa yang bertemu dengan dirinya adalah anggota Intel yang menyamar. Sof juga meminta maaf dan berjanji tidak akan memperpanjang masalah ini ke jalur hukum.
Sumber membeberkan, Wtn diduga sampai saat ini masih melarikan diri.
Beberapa waktu lalu praktik yang sama pernah juga dilakukan komplotan ini di SPBU Monang Maning Denpasar dan berhasil “memeras” uang pegawai SPBU belasan juta rupiah dan jatah rutin sebesar sejuta per bulan. (Tim)
