Indramayu, Demokratis
Kinerja Kepala Dinas (Kadis) Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopdagin) Kabupaten Indramayu, Mardono, kembali menjadi sorotan.
Sejumlah pedagang Kuliner Cimanuk (Kulcim) menilai Kadis Mardono tidak mampu merespons berbagai keluhan yang selama ini disampaikan para pelaku usaha kecil di pasar-pasar tradisional.
Keluhan yang disampaikan pedagang beragam, mulai dari kondisi sarana dan prasarana pasar yang dinilai kurang memadai, persoalan penataan pedagang, hingga lemahnya pengawasan terhadap stabilitas harga dan distribusi barang.
Namun, hingga kini banyak pedagang merasa aspirasi mereka belum mendapatkan solusi yang konkret dari pihak dinas terkait.
Beberapa pedagang bahkan mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan, baik secara langsung maupun melalui perwakilan, namun belum melihat adanya langkah kebijakan yang signifikan untuk memperbaiki kondisi di lapangan.
“Keluhan kami sudah sering disampaikan, tapi sampai sekarang belum ada perubahan yang berarti. Kami hanya berharap ada perhatian serius dari dinas,” ujar salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya, Minggu (15/03/2026).
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai Kepala Diskopdagin justru lebih disibukkan dengan berbagai agenda kegiatan yang dinilai tidak berdampak langsung terhadap perbaikan kondisi para pedagang.
Kegiatan seremonial maupun agenda internal dinas disebut-sebut lebih sering terlihat dibandingkan langkah nyata dalam merumuskan kebijakan yang pro terhadap pedagang kecil.
Pengamat kebijakan publik daerah menilai, sebagai instansi yang membidangi koperasi, industri, dan perdagangan, Diskopdagin seharusnya menjadi garda terdepan dalam melindungi dan memberdayakan pedagang kecil agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi dan persaingan pasar.
“Ketika keluhan pedagang terus berulang tanpa solusi yang jelas, tentu ini menjadi indikator bahwa ada persoalan dalam tata kelola dan respons kebijakan di tingkat dinas,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Diskopdagin Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai kritik yang disampaikan pedagang tersebut.
Para pedagang berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi kinerja dinas terkait agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak kepada rakyat kecil, khususnya para pedagang UMKM yang ada di area Kulcim sebagai pusat jantung kota yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah. (RT)
