Senin, Maret 23, 2026

Bamsoet Sebut Pertemuan Prabowo dan Megawati Jadi Sinyal Kuat Rekonsiliasi Nasional

Jakarta, Demokratis

Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjelang Idulfitri membawa pesan politik yang kuat. Bahwa rekonsiliasi nasional masih menjadi kebutuhan mendesak saat tekanan ekonomi, geopolitik, dan polarisasi sosial belum benar-benar reda.

“Idulfitri harus kita maknai sebagai momentum rekonsiliasi nasional. Tradisi saling memaafkan menjadi kekuatan sosial yang mampu meredakan polarisasi dan mempererat kembali hubungan antar elemen bangsa,” kata Bamsoet di Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Ketua MPR RI ke-15 itu mengapresiasi pertemuan Prabowo dan Megawati. Menurutnya, komunikasi antartokoh bangsa di tengah situasi global yang tidak menentu menjadi sinyal penting untuk menjaga stabilitas nasional.

“Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menjadi pesan kuat bahwa persatuan adalah kunci utama pembangunan. Ini sekaligus mempertegas bahwa stabilitas pemerintahan Prabowo-Gibran semakin solid di tengah isu konflik Timur Tengah serta tekanan ekonomi dan geopolitik dunia,” ujarnya.

Bamsoet menilai stabilitas politik tetap menjadi fondasi utama. Tanpa itu, kepercayaan publik dan dunia usaha akan sulit dijaga, sementara agenda pembangunan berisiko tersendat.

“Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati menunjukkan bahwa kepentingan bangsa berada di atas segala perbedaan. Ini menjadi pesan kuat bahwa hanya dengan persatuan, pembangunan nasional dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Ia juga menyebut Idulfitri bukan hanya momentum keagamaan, tetapi ruang sosial yang bisa memulihkan optimisme nasional setelah Ramadan. Namun, semangat itu harus dibarengi kebijakan yang responsif dan berpihak pada masyarakat.

Menurut Bamsoet, tantangan seperti kesenjangan ekonomi, potensi polarisasi politik, dan disrupsi digital masih membutuhkan perhatian serius. Lantaran itu, ia meminta momentum Idulfitri dijaga sebagai titik tolak memperkuat persatuan secara nyata. (EKB)

Related Articles

Latest Articles