Minggu, Maret 29, 2026

Hujan Deras, Sungai Aek Horsik Meluap Rumah Warga dan SDN 087695 Sibolga Terendam Banjir

Sibolga, Demokratis

Banjir telah melanda beberapa daerah di Indonesia sejak akhir November 2025 hingga saat ini mengakibatkan dampak signifikan bagi masyarakat dan infrastruktur.

Salah satu penyebab utama adalah meluapnya sungai akibat curah hujan tinggi, sedagkan sistem drainase yang buruk serta perubahan tata guna lahan.

Sejumlah sungai di berbagai wilayah meluap memicu banjir, seperti yang terjadi di Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), di beberapa lingkungan akibat  kurangnya perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga dalam pengelolaan aliran sungai dan drainase yang menjadi pemicu utama meluapnya air sehingga mengakibatkan banjir di permukiman warga, padahal Kota Sibolga adalah kota kecil, permasalahan banjir tidak bisa diatasi oleh Pemko Sibolga.

Masalah ini mencakup minimnya normalisasi sungai, pembiaran sedimentasi (pendangkalan), yang terkesan lemahnya pengawasan terhadap tata ruang di bantaran sungai.

Hujan yang deras Sabtu malam (28/3/2026) sekitar pukul 18.45 WIB kembali mengguyur Kota Sibolga, sehingga mengakibatkan sungai Aek Horsik Lingkungan VII Kelurahan Aek Manis, Kecamatan Sibolga, Selatan Kota Sibolga kembali meluap dan mengakibatkan beberapa rumah warga di seputaran sekolah MIN Aek Habil dan SDN 087695 Sibolga kebanjiran lagi.

Salah satu warga di sekitar lingkungan sekolah MIN yang mengaku boru Manik mengatakan, mereka sangat berharap kepada Pemko Sibolga untuk benar-benar serius dalam mencari solusi permasalahan yang kerap terjadi pada musim penghujan tiba, karena ini bukan kali pertama kali terjadi meluapnya sungai Aek Horsik yang mengakibatkan beberapa rumah mereka warga sekitar kebanjiran meskipun airnya mencapai kedalaman 30 centi meter.

Sementara pantauan media Demokratis di lokasi, terdapat beberapa rumah warga di seputaran lingkungan sekolah MIN kembali terdampak terendam banjir.

Terlihat, aliran sungai Aek Horsik yang tidak dapat menampung tingginya debit air, sehingga luapan air sungai tersebut yang terlalu dangkal dan berliku jelas membuat air di atasnya tumpah ke jalan gang. Perkiraan masyarakat sekitar, dengan cepatnya meluap air sehingga ketinggian air mencapai di perkirakan 30 centi meter, ini bukan kali pertama dilaporkan perihal ini ke pihak terkait.

Di sisi lain, Wak Eva warga sekitar mengatakan, hujan yang begitu deras yang terjadi malam ini mengakibatkan rumahnya kebanjiran.

“Rumah kami kebanjiran, tentunya kami ketakutan dan untuk menghindari yang tidak diinginkan kami lebih memilih menimba air dengan alat seadanya,” sebutnya.

Untuk itu, ia sangat mengharapkan perhatian Pemko Sibolga untuk mengatasi banjir di lokasi ini.

“Pak Wali Kota Sibolga kami berharap berikanlah yang terbaik buat masyarakatnya, atasi permasalahan banjir ini agar kami tidak kebanjiran lagi,” pungkasnya. (NH)

Related Articles

Latest Articles