Senin, April 6, 2026

Paus Minta Penguasa Pilih Perdamaian dan Dialog

Roma, Demokratis

Pemimpin Gereja Katolik Dunia Paus Leo XIV menyerukan kepada mereka yang berkuasa untuk memilih perdamaian, meletakan senjata dan dialog, bukan kekerasan, dalam berkat Urbi et Orbi dari Basilika Santo Petrus, Vatika dalam Misa Paskah hari Minggu.

“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya! Biarlah mereka yang memiliki kekuasaan untuk melancarkan perang memilih perdamaian! Bukan perdamaian yang dipaksakan dengan kekerasan, tetapi melalui dialog! Bukan dengan keinginan untuk mendominasi orang lain, tetapi untuk bertemu dengan mereka!” kata Paus Leo XIV.

Lebih lanjut Paus mengatakan dunia semakin terbiasa dengan kekerasan, dengan orang-orang pasrah dan menjadi “tidak peduli” terhadap kematian ribuan orang, terhadap “dampak kebencian dan perpecahan yang ditabur oleh konflik,” dan konsekuensi ekonomi dan sosialnya.

“Ada peningkatan ‘globalisasi ketidakpedulian’ yang terus-menerus,” ujar Paus Leo.

“Kita tidak bisa terus acuh tak acuh! Dan kita tidak bisa pasrah pada kejahatan!” lanjutnya.

“Marilah kita meninggalkan setiap keinginan akan konflik, dominasi, dan kekuasaan, dan memohon kepada Tuhan untuk menganugerahkan kedamaian-Nya kepada dunia yang dilanda perang dan ditandai oleh kebencian dan ketidakpedulian yang membuat kita merasa tak berdaya dalam menghadapi kejahatan,” tambahnya.

Sebelumnya, Paus Leo berpidato di hadapan sekitar 50.000 umat dari altar terbuka di Lapangan Santo Petrus yang diapit mawar putih, sementara tangga menuju piazza tempat umat beriman berkumpul dipenuhi dengan tanaman tahunan musim semi, secara simbolis selaras dengan kata-kata Paus, dikutip dari The Associated Press.

Leo menyapa umat beriman di seluruh dunia dalam 10 bahasa, termasuk Arab, Cina, dan Latin, menghidupkan kembali praktik yang telah ditinggalkan oleh pendahulunya, Paus Fransiskus.

Sebelum kembali ke basilika, Leo melangkah keluar dan melambaikan tangan kepada kerumunan yang bersorak di bawah. Ia kemudian menyapa umat di piazza dari mobil kepausan yang membawanya menyusuri Via della Conciliazione menuju Sungai Tiber dan kembali.

Sebelumnya, selama rangkaian Pekan Suci, Paus Leo juga menghidupkan kembali tradisi membasuh kaki para imam pada Kamis Putih, sebuah isyarat dukungan kepada para klerus, setelah Fransiskus memilih jalan yang lebih inklusif, mengunjungi penjara dan rumah bagi penyandang disabilitas untuk membasuh kaki para wanita, non-Kristen, dan narapidana.

Paus berusia 70 tahun itu juga menjadi Paus pertama dalam beberapa dekade yang membawa salib kayu ringan untuk seluruh 14 stasiun selama Jalan Salib pada Jumat Agung.

Diketahui, Paus Leo XIV merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat yang terpilih pada Mei 2025, menggantikan mendiang Paus Francis yang wafat pada 21 April. (IB)

Related Articles

Latest Articles