Bekasi, Demokratis
Melihat kondisi perekonomian masyarakat saat ini sudah semakin morat-morit, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi diminta supaya melakukan pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan.
Dari sejumlah keluhan masyarakat terkait pembayaran PBB di daerah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ini, kian berembus ke permukaan. Dinilai pembayaran PBB di Jawa Barat cenderung naik mengakibatkan beban masyarakat semakin berat. Belum pembayaran listrik dan pembayaran pajak lainnya kian membuat warga kian pusing tujuh keliling.
Oleh karena itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi supaya melaksanakan pemutihan terhadap pembayaran PBB. Diketahui beberapa tahun ini pemutihan terhadap pajak kendaraan bermotor kerap dilaksanakan di wilayah Jawa Barat.
Dari sejumlah keterangan yang dihimpun oleh Demokratis dari WP, hingga 2 sampai 4 tahun lagi mampu bayar pajak PBB-nya, sehingga jumlah pajak PBB-nya semakin bengkak. “Boro-boro bayar pajak PBB, dapat makan saja sehari-hari sudah bersyukur,” pungkas salah satu wajib pajak yang tak mau disebutkan namanya.
Dedi Mulyadi sejak terpilih jadi Gubernur Jawa Barat telah membuat kebijakan-kebijakan yang baik kepada masyarakat di Jawa Barat.
Harapan Wajib Pajak (WP) PBB di Kabupaten Bekasi ini supaya Dedi Mulyadi dapat melakukan pemutihan pajak PBB sebagai bentuk meringankan beban perekonomian masyarakat yang kini semakin tercekek.
Akibat perekonomian kian sulit sehingga WP tak mampu lagi bayar pajak PBB-nya kemudian setiap tahunnya tidak lagu mampu membayar.
Wartawan Demokratis mendapat informasi akibat situasi dan kondisi perekonomian warga masyarat menengah ke bawah ditambah lagi harga-harga bahan pokok semakin tinggi membuat situasi semakin runyam.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dari seorang WP mengatakan, ia memiliki luas tanah sekitar 192 meter, namun jumlah pembayaran PBB-nya mencapai Rp366 ribu lebih terletak di salah satu perkampungan di Kabapaten Bekasi.
Agar warga masyarakat patuh tentang pajak PBB, diharapkan kebijakan Gubernur untuk segera melaksanakan pemutihan PBB khususnya di wilayah Jabar. (Juanda Sipahutar)
