Kamis, April 9, 2026

Serangan Israel ke Lebanon Tewaskan 254 Orang dan 837 Luka-luka

Lebanon, Demokratis

Lebih dari seribu orang tewas dan luka-luka akibat serangan Israel ke Lebanon pada Rabu, tak lama setelah kesepakatan gencatan senjata Amerika Serikat dengan Iran diumumkan.

Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan serangan Israel di seluruh Lebanon pada Rabu menewaskan 254 orang, sementara petugas kesehatan mengatakan 837 orang lainnya terluka, dikutip dari The National, Kamis (9/4/2026).

Sementara, puluhan orang masih terjebak di bawah reruntuhan sementara tim pertahanan sipil berusaha menemukan korban selamat dari salah satu gelombang serangan Israel terbesar di negara itu dan ibu kotanya.

Israel menyerang daerah pemukiman padat penduduk di Beirut dengan lebih dari 100 serangan dalam 10 menit di seluruh wilayah negara itu. Serangan terus menghantam pusat Beirut pada Rabu malam.

“Kita menghadapi eskalasi berbahaya yang terjadi di Lebanon, agresi Israel dengan lebih dari 100 serangan udara yang menargetkan warga sipil tak berdosa di Beirut, Dahiyeh, Bekaa, Gunung Lebanon, dan selatan,” kata Menteri Kesehatan Rakan Nassereddine kepada Al Jazeera.

Israel juga mengklaim salah satu tentaranya, Sersan Staf Touvel Yosef Lifshiz, tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan.

Diberitakan sebelumnya, militer Israel (IDF) yang kembali melakukan serangan ke Lebanon pada 2 Maret, menggempur Lebanon pada Hari Rabu dengan dalih menargetkan kelompok Hizbullah.

“Aktivitas teroris Hizbullah memaksa IDF untuk bertindak tegas terhadapnya. IDF tidak bermaksud untuk membahayakan Anda. Demi keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda,” kata juru bicara IDF Avichaya Adraee dikutip dari The Telegraph.

Pengeboman kembali dilakukan setelah Israel mengatakan mendukung Presiden AS Donald Trump yang memutuskan gencatan senjata, tetapi tidak termasuk di Lebanon. (IB)

Related Articles

Latest Articles