Humbahas, Demokratis
Pembangunan perternakan ayam BUMDes di Desa Sibongkare, Kecamatan Tarabintang, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumut, diduga keras “mangkrak”.
Pantauan media ini, Kamis (16/4/2026), pekerjaan pembangunan peternakan ayam bertelur BUMDes di Desa Sibongkare terlihat terhenti tidak diselesaikan dan tidak terawat, seperti terlihat di gambar sehingga tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
Sementara berdasarkan informasi yang dihimpun, pembuatan perternakan ayam bertelur itu dibangun sejak tahun 2025 lalu, sampai sekarang belum rampung.
Pelaksana tugas (Plt) Inspektorat Humbahas De Zon Situmueang saat ditemui mengatakan, terkait pembuatan peternakan ayam bertelur di BUMDes di Desa Siboangkare, pihaknya akan turun dan melihat langsung di lapangan.
“Apabila di lapangan nanti ditemukan ada penyimpangan dan kerugian nantinya, kami akan segera panggil untuk dimintai keterangannya dan bila terbukti bersalah nanti, akan ditindak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini,” ujarnya.
Pembangunan peternakan ayam bertelur ini digunakan untuk pengembangan desa dan berpotensi untuk BUMDes, jangan nanti dana tersebut disalahgunakan.
Sementara berdasarkan informasi di lapangan, terdapat pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 pada Desa Siboangkare ditemukan kerugian negara sebesar Rp90.000.000. Menurut warga setempat ke media yang enggan namanya ditulis di koran ini kepada Demokratis.
Ketua BUMDes Sibongkare BP Barutu saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dana pembuatan perternakan ayam bertelur BUMDes Sibongkare masih ada di dalam rekening BUMDesa. “Diduga perkiraan sudah mengalami kerugian,” katanya.
Menurut Bendahara BUMDes Siboangkare Ibu Manullang menyampaikan bahwa dana BUMDes pembangunan peternakan ayam bertelur tersebut sudah ditarik semua sama Ketua BUMDes, ujarnya saat dikonfirmasi di rumahnya.
Kesempatan itu juga, tukang BUMDes Sibongkare berinisial SS mengatakan bahwa upah gaji mereka untuk pembuatan (bangunan) perternakan ayam bertelur itu pun sampai saat ini masih utang sebesar Rp4.500.000.
“Kami berharap, semoga pihak BUMDes Siboangkare dapat segera membayar dan melunasi upah kami kepada para tukang yang masih terhutang dapat segera diselesaikan,” pungkasnya. (Amhas)
