New York, Demokratis
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut baik keputusan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengumumkan bahwa lalu lintas komersial dan perkapalan di Selat Hormuz akan dibuka secara penuh selama periode gencatan senjata dengan AS.
Di lain pihak, Presiden Donald Trump mengatakan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap berlaku sampai kesepakatan dengan Teheran diselesaikan, di manasebagian besar poin disebutnya telah dinegosiasikan.
“Sekretaris Jenderal (PBB) menyambut pengumuman hari ini oleh Republik Islam Iran bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk semua kapal komersial selama sisa masa gencatan senjata. Sekretaris Jenderal menganggap ini sebagai langkah yang tepat,” kata Dujarric.
Seiring dibukanya kembali selat tersebut, PBB menuntut agar semua pihak dalam konflik Timur Tengah menghormati kebebasan navigasi, ujar Dujarric.
“Sekretaris Jenderal tetap mendukung penuh upaya diplomatik untuk menemukan jalan damai keluar dari konflik saat ini. Beliau juga berharap bahwa, bersama dengan gencatan senjata, langkah ini akan berkontribusi untuk menciptakan kepercayaan antara para pihak dan memperkuat dialog yang sedang berlangsung yang difasilitasi oleh Pakistan,” kata Dujarric.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 11 April, Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad setelah Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran tentang gencatan senjata selama dua minggu. Namun, pada 12 April, Wakil Presiden JD Vance mengatakan kedua negara gagal mencapai kesepakatan.
Kamis (16/4) lalu, Trump mengatakan bahwa pertemuan selanjutnya antara Washington dan Teheran bisa berlangsung paling cepat akhir pekan ini. (IB)
