Denpasar, Demokratis
Suasana hangat menyelimuti Kantor Sekretariat DPC Forum Gerakan Adat Se-Nusantara (FORGAS) Kota Denpasar yang berlokasi di Jalan Sedap Malam No. 25, Kesiman, Senin malam (20/4/2026). Di bawah langit malam yang cerah, jajaran pengurus DPD FORGAS Bali menggelar diskusi santai bersama tim media guna memperkuat sinergi dalam upaya pelestarian adat dan budaya Bali.
FORGAS sebagai organisasi kemasyarakatan yang berkomitmen menjaga kelestarian budaya serta adat Hindu Nusantara terus mendorong berbagai langkah strategis untuk membentengi ajaran leluhur dari pengaruh luar atau sampradaya asing yang dinilai tidak selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal.
Keakraban terasa sejak awal pertemuan ketika rombongan insan media yang dipimpin Sapta Patriot disambut langsung oleh tokoh-tokoh sentral FORGAS Bali. Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Drs. Kadek Arya Bagiastra, S.E., S.H., M.H., M.M., MBA., F.SAI., AAIJ., AMRP., CLA., CTA., CIAC selaku Ketua DPD FORGAS Bali, Prof. Dr. Dra. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani, M.Pd sebagai Sekretaris DPD FORGAS Bali, serta Jro I Wayan Sadana selaku tuan rumah sekaligus pengurus DPC Denpasar.

Sambil menikmati secangkir kopi khas Bali, diskusi berlangsung hangat membahas berbagai tantangan dalam menjaga identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang kian berkembang.
Dalam pemaparannya, Ketua DPD FORGAS Bali, Dr. Kadek Arya Bagiastra menekankan pentingnya sudut pandang yang kuat dalam menjaga nilai-nilai adat istiadat Bali. Menurutnya, adat bukan sekadar seremonial, melainkan fondasi kehidupan yang harus tetap dijaga dari distorsi budaya asing.
“Penting bagi kita untuk memastikan nilai-nilai adat istiadat ini tidak hanya berhenti di generasi kita, tetapi terus mengakar pada anak cucu sebagai jati diri bangsa,” ujar Arya Bagiastra.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris DPD FORGAS Bali, Prof. Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani menyoroti pentingnya edukasi serta pewarisan nilai-nilai adat kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa kekuatan Bali terletak pada orisinalitas budaya yang tetap terjaga kemurniannya.
Sementara itu dari sisi media, Sapta Patriot yang juga ketua organisasi Pena Nusantara Bersatu (PNB), pemantau aparatur negara DPD Kota Denpasar menyampaikan pandangannya mengenai peran strategis jurnalisme dalam mempromosikan sekaligus melindungi nilai-nilai budaya. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai kanal informasi yang mampu menyuarakan gerakan pelestarian adat kepada masyarakat luas.
Kegiatan silaturahmi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen antara praktisi adat serta insan pers dalam menjaga dan memperkuat taksu Bali di tengah dinamika zaman. (GT)
