Tapanuli Selatan, Demokratis
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyerahkan bantuan kepada Pengawas Lubuk Larangan Kelompok Sahabat Bagusi (Pokmaswas) Kelurahan Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel, Kamis (30/4/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan untuk memperkuat ketahanan pangan sektor perikanan sekaligus menjaga kelestarian sungai melalui kearifan lokal masyarakat.
Gus Irawan menegaskan potensi sumber daya air di Tapsel sangat besar. Namun hingga saat ini, daerah tersebut masih mengalami defisit produksi ikan.
“Data konsumsi ikan di Tapsel lebih dari 15 ribu ton per tahun, sementara produksi sebelumnya hanya sekitar 7.500 ton. Artinya kita masih defisit hampir 50 persen. Setelah Gerakan Seribu Kolam berjalan, produksi meningkat menjadi sekitar 8.800 ton. Ini harus terus kita kejar sampai swasembada ikan, ” ujar Gus Irawan.
Ia menegaskan, program Seribu Kolam bukan sekadar slogan, melainkan strategi nyata untuk meningkatkan produksi perikanan, kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga lingkungan sungai. Menurutnya, kendala terbesar dalam usaha budidaya ikan dan peternakan saat ini adalah tingginya biaya pakan yang mencapai sekitar 90 persen dari total biaya produksi.
Karena itu, Pemkab Tapsel tengah membangun kemitraan strategis dengan perusahaan nasional guna menekan harga pakan dan memperkuat ekosistem usaha masyarakat.
“Melalui kemitraan dengan Japfa, nanti kandang disiapkan kelompok, sementara DOC, bibit dan pakan difasilitasi dengan harga yang telah disepakati di awal. Kita juga dorong BUMD menjadi distributor sekaligus offtaker agar hasil produksi masyarakat memiliki pasar yang jelas,” ungkapnya.
Selain sektor perikanan, Pemkab Tapsel juga berencana mengembangkan peternakan ayam dan komoditas jagung sebagai bagian dari ekosistem ekonomi terpadu di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Gus Irawan menegaskan pemerintah daerah berkomitmen memperkuat anggaran sektor pertanian dan perikanan karena menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Tapsel.
“Kalau sektor pertanian penyumbang terbesar ekonomi daerah, maka anggarannya juga harus kita perkuat. Tahun ini kita tingkatkan secara signifikan agar program benar-benar dirasakan masyarakat, ” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kelestarian sungai melalui sistem lubuk larangan, yakni kearifan lokal yang melarang aktivitas merusak lingkungan seperti membuang sampah, meracun ikan, maupun penangkapan ilegal. “Lubuk larangan bukan hanya menjaga ikan, tetapi menjaga lingkungan, memperkuat ekonomi masyarakat, bahkan menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Tapsel Syaiful AP Nasution mengatakan, lubuk larangan Sahabat Bagusi memiliki panjang sungai sekitar 1 hingga 1,5 kilometer. Menurutnya, konsep lubuk larangan telah terbukti memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan di sejumlah wilayah Tapsel.
Bahkan di Kelurahan Garonggang, Angkola Selatan, hasil panen lubuk larangan mampu menghasilkan pendapatan hingga Rp80 juta sampai Rp100 juta setiap panen dan turut mendukung pembangunan fasilitas masyarakat.
“Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Tapsel memberikan bantuan sekitar 10 ribu ekor benih ikan terdiri dari ikan mas, jurung, baung dan tawes,” katanya
Ketua Pokmaswas Sahabat Bagusi Sigalangan Ahmad Faizi Dalimunthe menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah dan menyatakan komitmen kelompoknya menjaga sungai serta mendukung program ketahanan pangan daerah.
“Kami berharap bimbingan dan pendampingan terus diberikan agar kearifan lokal lubuk larangan ini berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Muhammad Imron Dalimunthe turut menyampaikan harapan masyarakat terkait peningkatan infrastruktur jalan penghubung antar-kelurahan guna menunjang akses ekonomi dan pertanian masyarakat.
Turut dihadiri dalam kegiatan tersebut tampak Camat Batang Angkola, unsur Forkopimcam dari TNI dan Polri, Ketua HKTI Tapsel Hamdan Nasution, lurah se-Kecamatan Batang Angkola, penyuluh perikanan dan pertanian, serta masyarakat setempat. (Uba Nauli/Rahmat)
