Sabtu, Mei 9, 2026

Maung Presiden Prabowo Jadi Perhatian di KTT ASEAN

Mobil kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto Maung Garuda menarik perhatian delegasi serta warga Filipina saat kendaraan taktis produksi dalam negeri tersebut digunakan dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu.

“Saya melihat ini satu kendaraan yang menakjubkan,” kata Yusail, salah satu warga Cebu yang mengamati langsung dan mengabadikan momen kendaraan taktis tersebut saat melintas di area konferensi.

Kendaraan karya industri pertahanan Indonesia PT Pindad itu tampak mencolok karena desainnya yang berbeda dibandingkan kendaraan resmi delegasi lainnya. Mobil MV3 Garuda Limousine tersebut berjenis SUV-limousine dan bercat putih. Sementara mobil kepala negara lainnya adalah sedan berwarna hitam.

Sejak mendarat di Filipina, Maung menjadi simbol yang paling banyak diamati oleh publik maupun peserta pertemuan tingkat tinggi tersebut di sekitar lokasi acara.

Warga setempat lainnya, Alex, yang menyempatkan diri berswafoto dengan latar belakang kendaraan tersebut, turut memberikan impresinya terhadap mobil kepresidenan itu. Menurut Alex, model kendaraan karya anak bangsa Indonesia ini memiliki keunikan tersendiri yang jarang ditemui di negaranya.

“Kendaraan ini sangat klasik dan berbeda dengan kendaraan lainnya yang pernah saya lihat di Filipina,” kata Alex saat memberikan penilaian terhadap estetika Maung.

Selain aspek visual yang gagah dan modern, faktor fungsionalitas kendaraan juga mendapat apresiasi dari personel di lapangan. Kathrine, seorang petugas keamanan yang berjaga selama perhelatan KTT ASEAN ke-48, menilai bahwa kendaraan tersebut memiliki standar keamanan yang mumpuni untuk seorang kepala negara.

Kathrine menyampaikan pendapatnya bahwa kendaraan tersebut terasa sangat aman untuk dikendarai oleh Presiden Indonesia dalam menjalankan agenda diplomasinya. Penilaian ini memperkuat citra Maung sebagai alat transportasi kepresidenan yang andal.

Penggunaan kendaraan produksi PT Pindad ini di forum internasional membawa pesan strategis mengenai kemandirian industri nasional Indonesia.

Pemerintah secara konsisten menunjukkan kapasitas manufaktur dalam negeri, khususnya di sektor pertahanan dan otomotif, kepada negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Di tengah agenda formal yang membahas penguatan kerja sama regional, keberadaan Maung memberikan warna tersendiri dalam panggung diplomasi. Kehadiran mobil tersebut merepresentasikan semangat Indonesia untuk tampil percaya diri dengan produk domestik di komunitas internasional.

Langkah Presiden Prabowo membawa produk industri pertahanan ke luar negeri ini berfungsi ganda, baik sebagai moda transportasi resmi Presiden maupun sebagai alat promosi kapasitas manufaktur Indonesia yang terus berkembang pesat. (Rio)

Related Articles

Latest Articles