Rabu, Mei 20, 2026

Jajaran Setwan DPRD Kota Sukabumi Turut Serta Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 di Bandung

Sukabumi, Demokratis

Jajaran Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Setwan) Kota Sukabumi turut serta memeriahkan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan pelaksanaan konvoi dimulai dari Kiara Artha Park, melintasi Jalan Jakarta dan Jalan Supratman, hingga berakhir di kawasan Gedung Sate, Kota Bandung, pada Sabtu (16/5/2026) malam.

Acara akbar ini mengusung tema “Sandiwara Sunda Sri Asih”.

Daya tarik utama yang menyedot perhatian ribuan warga di sepanjang jalur protokol adalah kehadiran iring-iringan Kereta Kencana Ki Jagarasa. Kereta tersebut membawa Mahkota Binokasih, sebuah mahkota emas pusaka peninggalan Kerajaan Sunda Pajajaran berkadar 18 karat yang terjamin keasliannya.

Atmosfer kebudayaan Sunda terasa sangat kental selama pelaksanaan kirab. Hal ini terlihat dari dominasi pakaian adat, lantunan musik tradisional, serta parade berkuda.

Sekretaris DPRD Kota Sukabumi, Asep Koswara, menyampaikan acara kirab budaya ini menjadi momentum strategis untuk mempererat silaturahmi antardaerah, sekaligus mengoptimalkan upaya pelestarian seni tradisional.

Kegiatan diresmikan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Jawa Barat Nomor 13 Tahun 2026 ini bukan sekadar parade biasa, melainkan memiliki makna filosofis dan historis yang sangat mendalam.

“Kirab ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk terus menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan relevan di tengah dinamika masyarakat modern,” ungkap Asep.

Asep juga menegaskan bahwa partisipasi aktif Setwan DPRD Kota Sukabumi merupakan wujud komitmen nyata dalam mendukung kebijakan pelestarian nilai-nilai lokal yang digelorakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Nilai-nilai budaya Sunda harus ditanamkan dan diwariskan secara konsisten kepada generasi muda agar eksistensinya tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, meskipun pada saat kegiatan sempat diguyur hujan di beberapa titik, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta.

“Saya mengapresiasi terutama jajaran kepegawaian Setwan DPRD yang terus bersemangat. Antusiasme peserta lain dan warga membuat acara puncak Milangkala Tatar Sunda tetap meriah hingga larut malam,” imbuh Asep.

Rangkaian perayaan ini kemudian ditutup secara resmi dengan pementasan drama musikal kolosal bertajuk “Pajajaran Gugat” di halaman Gedung Sate pada keesokan harinya. (Iwan)

Related Articles

Latest Articles