Lionel Messi mencetak sejarah, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB, dengan menyamai rekor Miroslav Klose untuk gol terbanyak di Piala Dunia dengan 16 gol setelah mencetak hattrick dalam kemenangan Argentina atas Aljazair 3-0.
Hattrick tersebut merupakan hattrick ke-11 dalam karier internasional Messi, tetapi yang pertama di Piala Dunia. Pada usia 38 tahun, ia menjadi pemain tertua yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan di turnamen tersebut.
Ia keluar lapangan pada akhir babak kedua dan mendapat sambutan meriah dari pendukung Argentina di GEHA Field, di Stadion Arrowhead.
“Merupakan suatu kehormatan berada di sana, berada di samping Klose dan Ronaldo (Brasil), yang juga ada di sana. Namun, itu tidak berarti apa-apa.”
“Kylian Mbappe juga ada di sana, dia mencetak dua gol hari ini. Pada akhirnya, itu hanyalah statistik dan tidak lebih. Merupakan suatu kehormatan untuk bersaing dengan mereka, tetapi itu tidak berarti apa-apa.”
“Bagi saya, Ronaldo, yang saya tonton dan merupakan salah satu pemain hebat, tidak berada di puncak. Jadi, ini hanya statistik,” kata Messi setelah pertandingan.
Ketika Messi turun ke lapangan untuk pertandingan pertama Argentina di babak penyisihan grup—pertandingan ke-200 bersama Tim Tango—ia juga menjadi pemain pertama yang tampil di enam Piala Dunia.
Messi memecahkan rekor lima Piala Dunia yang dipegang oleh Cristiano Ronaldo (Portugal), Antonio Carbajal, Andres Guardado, dan Rafael Marquez (semuanya Meksiko), serta Lothar Matthaus (Jerman).
Ronaldo diperkirakan akan menyamai rekor tersebut dalam pertandingan pembuka Portugal melawan Kongo pada Kamis, 18 Juni 2026 dini hari WIB.
Messi memberi Argentina keunggulan awal di babak pertama dengan tendangan kaki kiri dari luar kotak penalti. Kemudian ia mencetak dua gol di babak kedua untuk melengkapi hattrick dan menyamai rekor Klose dengan 16 gol untuk Jerman. Kapten Argentina itu menangis setelah gol pertamanya.
“Mengapa saya menangis? Itu sama sekali tidak berhubungan dengan sepak bola. Saya melewati beberapa hari yang sulit, tetapi saya berterima kasih kepada seluruh delegasi dan rekan-rekan setim saya karena mereka selalu berada di sisi saya, memberi saya banyak kekuatan untuk membantu saya melewatinya,” ujar Messi.
Gol-gol tersebut tercipta tepat 20 tahun setelah Messi melakukan debut Piala Dunia untuk Argentina dalam pertandingan melawan Serbia-Montenegro. Dia juga mencetak gol di pertandingan itu dan menjadikannya pemain kedua yang mencetak gol dalam lima edisi turnamen tersebut.
Kemenangan Argentina juga berarti Messi menyamai rekor kemenangan Piala Dunia terbanyak milik Klose, yaitu 17 kemenangan.
Ini adalah pertandingan Piala Dunia kelima berturut-turut yang mana Messi mencetak gol, tetapi ada keraguan tentang kebugarannya menjelang turnamen setelah ia ditarik keluar lebih awal dalam pertandingan MLS (Major League Soccer)terakhirnya bersama Inter Miami pada Mei 2026 karena kelelahan otot.
“Saya sangat senang telah melewati semua yang telah saya lalui. Apa yang saya alami sekarang ialah puncaknya. Saya sangat senang dan bersyukur atas grup yang luar biasa ini, saya sangat menikmatinya,” tutur Messi.
Argentina termasuk di antara empat tim yang menjadikan area Kansas City sebagai markas mereka. Seperti halnya di seluruh dunia, demam Messi telah melanda daerah tersebut sejak kedatangan La Albiceleste sekitar dua minggu lalu.
Pada hari pertandingan, ribuan penggemar yang mengenakan jersey nomor 10 miliknya berbondong-bondong menuju markas Chiefs NFL di pinggiran Kansas City, menyanyikan pujian untuk pahlawan mereka dari Rosario tersebut.
Sementara itu, selama acara menonton bareng di Power & Light District di pusat kota, seekor kambing yang ditemani oleh mantan quarterback NFL yang kini menjadi komentator Fox, Jameis Winston, naik ke panggung mengenakan jersey Argentina.
Momen lucu itu tampaknya telah menjadi pertanda malam yang besar bagi Messi ketika ia mencetak gol satu jam kemudian, serta argumen bahwa ia adalah GOAT (Greatest Of All Time) sepak bola menjadi tidak perlu diperdebatkan lagi dengan setiap gol Piala Dunia yang dicetaknya.
Hattrick Messi terjadi pada hari ketika Erling Haaland dan Mbappe sama-sama mencetak dua gol dalam kemenangan untuk Norwegia dan Perancis, tetapi pemain Argentina itu tidak mau kalah.
Bagi rekan-rekan setimnya, yang telah menyaksikan aksi heroik Messi sepanjang karier mereka, prestasi tersebut sungguh luar biasa dan sesuatu yang telah mereka harapkan.
“Merupakan keuntungan memiliki Leo karena cara dia menangani tim dan mendorongnya maju. Dia tidak peduli dengan rekor individu. Dia memprioritaskan tim. Bagi kami, itu luar biasa,” kata Rodrigo De Paul.
“Tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya. Jika ada yang berpikir tim ini lebih baik tanpa Leo, hari ini terbukti sebaliknya.”
“Dia adalah pemain terpenting kami. Kita perlu membangun tim di sekelilingnya, dan kita sedang melakukannya,” ujar Alexis Mac Allister menambahkan.
Argentina akan menghadapi Austria di Dallas pada 22 Juni 2026 waktu setempat sebelum mengakhiri babak penyisihan grup melawan Yordania.
“Pertandingan pertama Piala Dunia selalu sulit. Kita melihat bahwa tidak ada yang menyerah begitu saja. Ini adalah Piala Dunia yang kompetitif dengan tim nasional yang siap,” kata Messi. (Rio)
