Jumat, September 20, 2024

Dua Trofi Hilang Dari Genggaman Barcelona

Xavi Hernandez sudah membawa FC Barcelona ke situasi yang berbeda. Tak lagi El Barca yang langganan fase 16 besar Liga Champions.

Bukan pula Barca yang tidak pernah gagal lolos perempat final Copa del Rey dalam lebih dari sedekade terakhir. Kemarin (21/1/2022) Barca pun tersandung di Estadio San Mames, kandang Athletic Bilbao.

Dalam babak 16 besar, La Blaugrana (julukan Barca) menyerah dengan skor 2-3 melalui babak perpanjangan waktu.

Penalti Iker Muniain pada menit pertama injury time babak kedua di dalam perpanjangan waktu sudah jadi bukti betapa kejamnya penghakiman di San Mames malam itu.

Situasi tersebut melengkapi buruknya performa Barca dalam musim pertama di era Xavi. Sebab, sepekan lalu (13/1/2022), Barca juga tersingkir dalam semifinal Supercoppa de Espana setelah dikalahkan Real Madrid.

Di La Liga, peluang Sergio Busquets dkk memenangi gelar juara musim ini semakin sulit dengan tercecer di posisi keenam klasemen sementara sampai jornada ke-21 La Liga.

Barca pun sudah terpaut 17 poin dari Los Merengues (julukan Real) yang masih tetap kukuh di puncak klasemen.

“Pukulan keras bagi kami setelah dua trofi hilang dari genggaman (Supercoppa dan Copa del Rey),” sesal Xavi seperti dikutip dari laman Mundo Deportivo.

Padahal, trofi juara Copa del Rey kerap jadi pelipur lara pelatih dalam musim pertamanya. Sebut saja yang dilakukan Ernesto Valverde dan Ronald Koeman, dua entrenador Barca terakhir yang menandai musimnya dengan trofi juara.

Valverde dengan juara Copa del Rey 2017–2018 yang dilengkapi dengan juara La Liga.

Dan, Koeman meninggalkan Ciutat Esportiva Joan Gamper (sebutan kamp latihan Barca) dengan mempersembahkan trofi juara Copa del Rey 2020–2021. “Tak ada jalan lain, kami harus terus berusaha,” harap Xavi.

Trofi juara Liga Europa jadi satu-satunya peluang terakhir klub dari Catalan tersebut pada musim 2021–2022 ini.

“Aku tak mau berandai-andai. Aku pikir peluang kami untuk menutup musim ini dengan minimal satu gelar masih terbuka. Baik di La Liga maupun Liga Europa. Kans itulah yang akan kami pelajari,” sambung mantan gelandang Barca itu.

Bukan hanya Xavi yang harus menelan pil pahit. Begitu pula wide attacker barunya, Ferran Torres.

Setelah didatangkan Barca dari klub kandidat juara Premier League musim ini, Ferran jadi saksi di balik kegagalan Barca memenangi trofi dari dua ajang beruntun. Yakni, Supercoppa dan Copa del Rey.

“Ini (kehilangan trofi) sulit untuk diterima. Tapi, tidak ada pilihan lain bagi kami kecuali kami harus terus bekerja dan melanjutkan perjuangan kami musim ini,” tutur Ferran dikutip dari laman resmi klub.

Ferran pun masih konfiden Barca tetap mampu berbicara memenangi minimal satu gelar musim ini.

“Musim yang rumit ini sudah mematangkan mental kami. Percayalah, kami akan melewatinya,” sambungnya. (Rio)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest Articles