Jakarta, Demokratis
Rakernas Partai Amanat Nasional (PAN) yang akan digelar bulan Agustus ini, sudah dipastikan tidak akan mengundang Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI P Megawati.
“Meski hubungan PAN dengan PDI P selama ini sangat dekat dan melekat dalam setiap acara resmi antar kedua partai,” ungkap Viva Yoga Mauladi anggota DPR dari Fraksi PAN di Jakarta, Kamis (8/8).
Di Rakernas tahun 2016 lalu, ungkapnya, PAN masih mengundang Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDI P Megawati selalu hadir termasuk dalam acara pelantikan pengurus PAN.
“Begitu sebaliknya jika PDI P mengundang PAN, kami juga wajib hadir misalnya dalam pembukaan acara Kongres PDI Perjuangan siang ini,” tukasnya.
Rakernas PAN akan membahas agenda internal partai dan isu-isu aktual setelah Pemilu lalu. “Untuk posisi kabinet pada prinsipnya PAN tidak akan minta-minta. Sebaliknya PAN juga akan memberikan dukungan kepada pemerintahan yang konstitusional hasil Pemilu yang dilaksanakan setiap lima tahun,” tegasnya.
Yang penting jangan sampai dibenturkan kabinet ahli dengan anggota kabinet dari Parpol. Seolah-olah calon menteri yang dari Parpol tidak ahli.
“Ini yang perlu saya luruskan,” tambah Viva yang mengenakan batik merah.
Dalam pantauan media di internal PAN muncul 4 faksi setelah Pemilu lalu. Faksi Amien Rais, Faksi Soetrisno Bachir, Faksi generasi muda Viva Yoga Mauladi dan Bara Hasibuan. Serta Zulkifli Hasan Ketua Umum PAN sekarang. (Erwin Kurai)