Sukabumi, Demokratis
Anak usia dua tahun lebih bernama Ananda Muhammad Hibban, beralamat di Kedusunan Buluh, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, sedang mengalami kondisi gizi buruk mengakibatkan gagal tumbuh kembang sampai otak tak berfungsi (brain death), diharapkan dapat perhatian khusus dari pemerintah daerah dan pusat, hal tersebut didibenarkan Kepala Desa Semplak.
“Memang benar adanya warga saya yang bernama Ananda Muhammad Hibban dengan usia dua tahun lebih yang beralamat di Kedusunan Buluh, sedang mengalami kondisi giji buruk mengakibatkan gagal tumbuh kembang sampai otaknya tak berfungsi menurut hasil diagnosa salah satu Rumah Sakit (RS) dimana Ananda sedang menjalani pengobatan,” ungkap Kepala Desa Semplak Nura Idarnangti kepada Demokratis, Kamis (28/8/2025).
Yang mana faktor awalnya mempunyai penyakit bawaan ketika berusia empat bulanan sering mengalami kejang-kejang sampai sampai dengan sekarang.
Ia pun, tinggal bersama kedua orang tuanya beserta nenek, satu rumah.
Nah, di sini memang ibunya masih muda di usia 20 tahunan, tapi beliau tergolong orang tidak mampu dengan ekonomi yang pas-pasan. Sehingga kemungkinan faktor lain asupan makanan bernutrisi yang kurang seimbang seperti kalori hewani, nabati, vitamin dan mineral, tidak diperhatikan.
“Semenjak Ananda usia empat bulan, para kader desa dan pegawai kecamatan didampingi tim medis puskesmas terus memantau dan memperhatikan perkembangan baik dari segi kesehatan, makan, dan lainnya. Bahkan secara pribadi saya terus memonitor serta memberikan susu khusus yang dibutuhkanya,” katanya.
Karena memang serba keterbatasan, untuk memasukkan makanan pun sudah tidak bisa menguyah, jadi harus diberikan makan yang lembut makan berbentuk cairan. Jadi belum bisa diberikan makan padat, tidak seperti anak pada umumnya.
“Dalam pemeriksaan kesehatan rutin atau medical check-up (MCU) yang setiap bulan ke rumah sakit selalu didampingi oleh pemerintah desa, dengan menggunakan BPJS,” imbuhnya.
“Saya berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pusat pada Ananda sekeluarga, agar secepatnya diberikan batuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan lainnya supaya dapat membantu perekonomian keluarganya,” katanya. (Iwan)