Jeneponto, Demokratis
Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Pemerintah Kelurahan Bontoa melakukan ground checking JKN atau wawancara langsung kepada puluhan warga Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau calon penerima BPJS gratis yang bersumber dari anggaran APBN tahun 2026, Kamis (9/4/2026).
Ground checkng hari pertama yang dilakukan oleh pendamping PKH di Kelurahan Bontoa berencana akan mendatangi 19 orang warga Lingkungan Bungkeke, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, secara door to door kepada Penerima Bantuan Iuran (PBI) atau yang sedang tidak aktif KIS-nya.
Kegiatan tersebut adalah bagian dari instruksi Bupati Kabupaten Jeneponto dalam rangka bagaimana agar supaya penerima bantuan iuran dapat tepat sasaran sesuai dengan peraturan pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Pendamping PKH, Sri Jumrayani, di sela-sela ground checking atau wawancara menjelaskan pentingnya melakukan ground checking kepada warga penerima bantuan iuran.

“Ground checkng dilakuakan bertujuan untuk mengetahui pasti penerima bantuan iuran atau BPJS gratis yang dibiayai oleh negara sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP),“ ujar Jumrayani.
“Jadi hari ini kami bersama Lurah Bontoa dan Kepala Lingkungan Bungkeke mengunjungi langsung warganya yang akan dilakukan survei atau di-ground checking,“ katanya.
Ia mengatakan, tujuan mereka dikawal oleh Lurah dan Kepala Lingkungan adalah agar warga penerima bantuan iuran adalah warga yang betul-betul layak mendapatkan PBI sesuai dengan aturan yang berlaku.
Sementara Lurah Bontoa, Saharullah, S.S, Kom memberikan dukungan dengan dilakukannya ground checking secara transparan dan terbuka di Kelurahan Bontoa.
“Kami pemerintah Kelurahan Bontoa memberi apresiasi kepada pendamping PKH Kelurahan Bontoa yang telah mengajak kami melakukan ground checking secara bersama-sama kepada warga penerima bantuan iuran,“ katanya.
“Kami Pemerintah Kelurahan Bontoa bersama pendamping PKH akan selalu bekerja sama dalam hal melakukan pendataan terhadap warga yang betul-betul layak mendapatkan PBI ataupun bantuan lainnya, agar segala bantuan yang turun bisa tepat sasaran serta tidak saling menyalahkan satu sama lain,“ harapnya. (Syarifuddin Awing)
