Jeneponto, Demokratis
Arus balik H+3 pasca Lebaran 1447 melonjak tinggi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, pengendara mengalami kemacetan panjang, Senin (23/3/2026).
Jembatan Belokallong adalah satu-satunya akses penghubung 5 kabupaten yang menjadi langganan macet setiap tahunnya pada saat pelaksanaan arus mudik atau arus balik setiap hari raya Idul Fitri.
Jembatan Belokallong merupakan bagian dari jalan poros nasional yang menghubungkan Makassar dengan sejumlah kabupaten di wilayah selatan, yakni Bantaeng, Bulukumba, Sinjai, hingga Kepulauan Selayar.
Arus balik H+3 pasca lebaran di Jeneponto terus mengalami peningkatan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat sehingga jembatan Belokallong dan sekitarnya mengalami kemacetan total.
Pantauan rekan media di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular dari berbagai arah, dengan laju yang tersendat, bahkan nyaris berhenti pada waktu-waktu tertentu.
Kondisi ini dipicu oleh keterbatasan lebar jembatan yang menjadi satu-satunya akses di jalur tersebut, sehingga seluruh arus kendaraan bertumpu pada satu titik.
Kemacetan di kawasan ini merupakan persoalan berulang yang terjadi hampir setiap tahun, khususnya saat arus mudik dan libur panjang.
Selain menghambat mobilitas masyarakat, situasi ini juga berdampak pada distribusi logistik antarwilayah.
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi yang memiliki kewenangan dalam pembangunan jalan dan jembatan nasional untuk segera menghadirkan solusi jangka panjang.
Pembangunan jembatan tambahan atau jembatan kembar dinilai menjadi langkah yang mendesak guna mengurai beban lalu lintas yang selama ini hanya bergantung pada satu akses utama.
Dengan peran strategis sebagai penghubung lintas kabupaten, kondisi Jembatan Belokallong menjadi cerminan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur yang seimbang dengan pertumbuhan mobilitas masyarakat. (Syarifuddin Awing)
