Indramayu, Demokratis
Bantuan benih padi dari negara untuk para petani korban banjir di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, belum mencukupi kebutuhan tanam sesuai luas sawah terdampak. Seperti yang dialami para petani Desa Curug, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu.
Menurut Cartiwan, sebagai Ketua Kelompok Tani Srikaya 5, bantuan benih padi dari pemerintah tersebut belum mencukupi kebutuhan, dan dirasa ada dugaan terjadi penyelewengan pada tahap distribusi.

“Sebab, dampak banjirnya sama, kerusakannya sama, tapi jumlah bantuannya berbeda, ini yang kami pertanyakan,” ujar Cartiwan kepada awak media, Jumat (27/2/2026).
Keluhan serupa juga dirasakan Sudirman, dari Kelompok Tani Srikaya 4 yang sawahnya seluas 7.000 meter terdampak banjir, tapi hanya mendapat bantuan benih 10 kilo gram. Sementara diketahui biasanya kuota bantuan benih dari negara sebanyak 25 kg per hektar dengan varietas benih Inpari yang dianggap produktif dan adaptif.
Menurut informasi, ada 13 desa di Kecamatan Kandanghaur yang terdampak banjir, namun bantuan benih yang disalurkan oleh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kandanghaur diduga hanya untuk 9 Desa. Ada pun empat desa yang dipertanyakan bantuannya adalah Desa Soge, Eretan Wetan, Eretan Kulon dan Desa Kertawinangun.

Problem yang sama juga dikeluhkan H. Sururin (70) Kelompok Petani Desa Sindang Kecamatan Sindang Indramayu dan Raskhana S Depari (60) Kelompok Tani Desa Panyindangan Kulon (Pecuk) Kecamatan Sindang pada Demokratis, pekan lalu.
Info dari BPP Kecamatan Kandanghaur pada Jumat (27/2/2026) terkait bantuan benih, masih belum bisa memberikan data yang final, karena proses penyaluran bantuan belum selesai. sementara klarifikasi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu pun, belum juga terkonfirmasi. (S Tarigan/Atim S)
