Caracas, Demokratis
Presiden sementara Venezuela menyerukan dialog diplomatik dengan Amerika Serikat, menyusul aksi militer Negeri Paman Sam pada awal Januari.
Berbicara dari Istana Kepresidenan Miraflores di ibu kota Caracas, Delcy Rodriguez mengingat ia baru-baru ini melakukan panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, mencatat kedua negara memiliki hubungan historis.
Ia mengatakan, perbedaan pendapat dapat diatasi melalui penghormatan terhadap hukum internasional dan konstitusi Venezuela, menekankan dialog adalah jalan yang lebih disukai.
Presiden Rodriguez lebih lanjut mengatakan, beberapa kelompok ekstremis telah berupaya memanfaatkan intervensi AS untuk menabur kekacauan di Venezuela, tetapi menambahkan masyarakat telah melawan upaya tersebut dengan kedewasaan dan pengendalian diri.
Ia mengatakan, setelah serangan udara AS dan peristiwa terkait, negara tersebut sedang pulih dan ketenangan serta keamanan telah dipulihkan.
“Rakyat Venezuela ingin mempertahankan kedaulatan mereka, menjaga kemerdekaan nasional, perdamaian, dan ketenangan,” katanya.
“Jika ada satu hal yang menyatukan warga Venezuela, itu adalah bahwa setiap kontroversi, setiap ketidaksepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat harus ditangani secara diplomatis, melalui dialog politik,” tegasnya.
Merujuk pada serangan militer AS pada 3 Januari yang mencakup serangan terarah dan mengakibatkan penangkapan dan pemindahan Presiden Nicolas Maduro serta istrinya Cilia Flores oleh pasukan AS, Presiden Rodriguez mengatakan “serangan ini merupakan noda pada hubungan kita, dan kita harus bekerja dengan tekun dan penuh hormat untuk mengatasi perbedaan kita.”
Diketahui, pasukan AS membawa Presiden Maduro dan Flores ke New York City, di mana mereka mengaku tidak bersalah atas tuduhan narkoba dan senjata.
Presiden Trump sendiri mengatakan pemerintahannya akan “mengelola” Venezuela dan aset minyaknya selama periode transisi. (IB)
