Senin, Maret 16, 2026

Como Kalahkan AS Roma 2-1, Fabregas Kecewa Gasperini Tak Mau Bersalaman

Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, tidak bisa menyembunyikan emosinya setelah timnya meraih kemenangan penting 2-1 atas AS Roma dalam lanjutan Serie A, Minggu (15/3) malam. Mantan gelandang timnas Spanyol itu menyebut penampilan timnya sebagai “epik”, sekaligus menyinggung sikap pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, yang tidak menyalaminya setelah pertandingan.

Fabregas memuji habis para pemainnya yang menurutnya menunjukkan identitas permainan yang selama ini ia bangun sejak mengambil alih kursi pelatih Como. Ia menilai kemenangan tersebut lahir dari kerja keras panjang, bukan sekadar hasil satu pertandingan.

“Itu pertandingan yang indah dan saya menikmati setiap momennya. Bisa dibilang kemenangan ini epik, meski harus dibayar dengan kerja keras. Laga sangat intens, tetapi sejak menit pertama kami selalu mencoba memainkan permainan kami sendiri,” ujar Fabregas.

Menurutnya, performa Como musim ini tidak terjadi secara kebetulan. Ia menekankan pentingnya membangun tim berdasarkan karakter pemain, identitas permainan, serta keberanian mengambil keputusan di lapangan.

“Ketika Anda membangun sebuah skuad, Anda harus membawa ide yang jelas. Anda mempelajari karakter pemain, identitas mereka. Belajar mengendalikan pertandingan membutuhkan soliditas, keberanian, dan kepercayaan diri. Hal-hal seperti ini tidak bisa dibangun dalam beberapa minggu, melainkan berbulan-bulan,” jelasnya.

Namun perhatian terbesar justru tertuju pada komentarnya tentang Gasperini. Fabregas mengaku sedikit kecewa karena pelatih Roma tersebut meninggalkan lapangan tanpa melakukan jabat tangan setelah pertandingan.

“Saya rasa ini soal rasa hormat. Dalam dua tahun terakhir saya selalu mendatangi pelatih lawan untuk berjabat tangan, entah saya menang, kalah, marah, atau bahkan setelah kartu merah. Setelah pertandingan selesai, Anda tetap berjabat tangan meski merasa dirugikan,” kata Fabregas.

Ia mengaku sempat menuju lorong stadion karena mengira Gasperini juga menuju ke sana. Meski begitu, ia memilih tidak memperbesar masalah tersebut.

“Ketika dia pergi tanpa berjabat tangan, saya sedikit sedih. Tapi kemudian saya pikir itu bukan masalah besar. Saya hanya ingin menyapanya,” ujarnya.

Di tengah euforia kemenangan, Fabregas tetap meminta timnya menjaga kerendahan hati. Como saat ini berada di posisi keempat klasemen dengan sembilan pertandingan tersisa di Serie A serta masih berpeluang di Coppa Italia.

“Kami harus tetap rendah hati, tetap alami, dan terus bekerja. Kami melangkah satu demi satu,” kata Fabregas menutup pernyataannya. (Rio)

Related Articles

Latest Articles