Jumat, Januari 30, 2026

Cuaca Ekstrem Mengintai, Kemenhub Perketat Kesiagaan di Seluruh Simpul Transportasi

Jakarta, Demokratis

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meningkatkan kesiagaan di seluruh simpul transportasi nasional menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Adapun langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran layanan transportasi di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh unit teknis, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk memperkuat langkah antisipatif serta koordinasi lintas sektor.

“Seluruh unit teknis di tingkat pusat dan daerah diminta meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemantauan intensif pada titik-titik rawan banjir dan longsor, serta menyiagakan sumber daya manusia dan peralatan pendukung untuk respons cepat apabila terjadi gangguan operasional,” ujar Dudy dalam keterangan resmi, Kamis (29/1/2026).

Berdasarkan prospek cuaca mingguan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) periode Selasa, 27 Januari hingga Senin 2 Februari, sambung Dudy, hujan lebat hingga ekstrem berpotensi meningkatkan risiko banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Adapun wilayah yang perlu mendapat perhatian antara lain Sumatra bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua Pegunungan.

Dudy menegaskan keselamatan perjalanan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Menurutnya, penyesuaian operasional dapat dilakukan di seluruh moda transportasi apabila kondisi cuaca dinilai membahayakan keselamatan.

“Keselamatan adalah hal yang tidak bisa ditawar. Dalam situasi cuaca ekstrem seperti ini, kami memilih untuk lebih berhati-hati demi melindungi masyarakat,” kata Dudy.

Di sektor jalan dan jalan tol, Kemenhub terus berkoordinasi dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), operator jalan tol, Kepolisian, serta pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan pengelolaan lalu lintas. Pengaturan lalu lintas hingga pembatasan operasional dapat diberlakukan apabila diperlukan.

Sementara itu, di sektor perkeretaapian, patroli dan inspeksi jalur rel ditingkatkan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor. Kemenhub juga menyiagakan penanganan cepat serta menerapkan pembatasan operasional demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api.

Pada transportasi laut dan penyeberangan, pemantauan kondisi cuaca dan gelombang diperketat seiring peringatan BMKG terkait potensi angin kencang dan hujan lebat di sejumlah perairan. Penyesuaian jadwal hingga penundaan keberangkatan dilakukan apabila kondisi belum memenuhi standar keselamatan.

Di sektor transportasi udara, Kemenhub memastikan kesiapan operasional bandara beserta akses menuju bandara melalui koordinasi dengan penyelenggara penerbangan dan layanan navigasi udara, agar jadwal penerbangan dapat disesuaikan dengan perkembangan cuaca terkini.

Dudy juga mengimbau masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dalam merencanakan perjalanan dengan memantau informasi cuaca dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca belum memungkinkan. Perubahan jadwal atau penundaan perjalanan merupakan bentuk perlindungan keselamatan bersama,” tuturnya.

Kemenhub memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara intensif serta memperkuat sinergi dengan BMKG, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan sektor transportasi.

Upaya ini ditujukan agar sistem transportasi nasional tetap aman, andal, dan responsif terhadap dinamika cuaca, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat. (EKB)

Related Articles

Latest Articles