Bandung, Demokratis
Kepolisian Daerah Jawa Barat memusnahkan sebanyak 4.599 knalpot bising sebagai bentuk komitmen menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat sekaligus menekan polusi suara di wilayah Jawa Barat.
Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Barat Kombes Raydian Kokrosono mengatakan, pemusnahan tersebut menjadi bukti keseriusan kepolisian dalam menertibkan penggunaan knalpot nonstandar atau knalpot brong yang selama ini dinilai meresahkan warga.
“Hari ini kita melaksanakan pemusnahan knalpot non standar atau yang sering disebut knalpot brong. Ini hasil penindakan anggota lalu lintas di Polda Jabar dan jajaran polres. Jumlahnya kurang lebih 4.599 buah dan sudah dimusnahkan,” ujar Raydian di Bandung, Rabu (18/2/2026).
Raydian menjelaskan, ribuan knalpot bising yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil rangkaian penindakan sejak Operasi Zebra Lodaya 2025 yang berlanjut hingga awal Februari 2026.
Menurut dia, penindakan terhadap knalpot nonstandar tidak akan berhenti dan justru akan terus ditingkatkan, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Raydian menegaskan, penggunaan knalpot bising bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi juga berdampak pada aspek sosial. Kebisingan yang ditimbulkan dapat memicu emosi pengguna jalan maupun warga sekitar.
“Kebisingan itu bisa meningkatkan emosi pendengarnya, termasuk pengendara lain. Dari situ bisa muncul gesekan bahkan konflik sosial. Ini yang kita cegah,” katanya.
Ia juga menyoroti fenomena penggunaan knalpot brong di kalangan anak muda. Berdasarkan hasil penindakan yang dilakukan jajaran kepolisian, mayoritas pengguna knalpot bising berasal dari kalangan pelajar.
Lebih lanjut, Raydian menyebut pihaknya kini tengah mendata asal produksi knalpot nonstandar tersebut dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar peredarannya dapat ditekan sejak dari hulu.
“Langkah penertiban dan pemusnahan ini kami lakukan untuk menekan polusi suara di Jawa Barat sekaligus menjaga situasi tetap aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” ujarnya. (IS)
