Rabu, Maret 11, 2026

Demo Iran Tewaskan 500 Orang, DPR Desak Perlindungan WNI

Jakarta, Demokratis

Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh, menanggapi aksi demonstrasi besar-besaran di Iran yang dilaporkan telah menewaskan sekitar 500 orang. Ia meminta Pemerintah RI untuk memprioritaskan keamanan dan keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Keselamatan WNI adalah prioritas utama. Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri harus memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan terlindungi,” ujar Oleh Soleh kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Oleh Soleh menegaskan, eskalasi demonstrasi di Iran yang semakin memanas dan mencekam tidak boleh dianggap remeh, terutama bagi keselamatan WNI yang berada di wilayah rawan konflik.

Menurutnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) harus bergerak cepat melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran dengan melakukan pemetaan lokasi WNI, memperkuat komunikasi darurat, serta menyiapkan langkah-langkah perlindungan maksimal.

“KBRI harus aktif memantau situasi dan memastikan tidak ada WNI yang berada di titik-titik demonstrasi. Kondisinya sangat berbahaya, jangan sampai ada korban dari warga kita,” tegasnya.

Legislator PKB dari Dapil Jawa Barat XII ini juga mendorong agar Kemenlu menyiapkan rencana kontijensi, termasuk kemungkinan evakuasi apabila situasi keamanan terus memburuk. Oleh Soleh menekankan, langkah antisipatif sangat penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.

“Jangan menunggu situasi semakin buruk. Negara harus hadir dan sigap melindungi warganya di luar negeri,” katanya.

Anggota komisi yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan itu pun menegaskan, Komisi I DPR akan terus memantau perkembangan situasi di Iran.

“Kami akan mendorong koordinasi lintas kementerian demi memastikan keselamatan seluruh WNI,” pungkas Oleh Soleh.

Seperti diberitakan, aksi demonstrasi telah menyebar ke sebagian besar wilayah Iran selama dua minggu terakhir, yang dimulai sebagai tanggapan terhadap inflasi yang melonjak. Aksi kemudian dengan cepat berubah menjadi politis, dengan para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya pemerintahan ulama. (EKB)

Related Articles

Latest Articles