Kamis, Februari 19, 2026

Desa Jago-jago Terdampak Banjir

Tapteng, Demokratis

Desa Jago-jago terletak di Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), berada di wilayah pesisir, dengan jumlah penduduk 2.396 jiwa (2024).

Desa ini memiliki topografi unik sebagai wilayah pesisir dan merupakan bagian dari Kecamatan Badiri yang berbatasan dengan Samudera Indonesia di sebelah baratnya.

Desa Jago-jago juga dikenal sebagai lokasi Museum Fansuri Situs Bongal dan memiliki potensi wisata alam yang tenang.

Pasca banjir bandang di Desa Jago-jago yang telah menyebabkan kerusakan yang signifikan, termasuk 1 unit rumah warga hanyut terbawa banjir, juga 1 unit rumah rusak parah, dan juga 4 unit rumah rusak sedang dan 1 unit rumah rusak ringan, serta 1 orang korban jiwa meninggal dunia.

Bencana ini merupakan bagian dari banjir dan longsor yang lebih luas yang melanda Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 25 November 2025.

Selanjutnya akses jalan enam titik di Dusun I yang menghubungkan Dusun II amblas, dan terpaksa warga memperbaiki jembatan kayu darurat dengan seadanya.

Jembatan Desa Jago-jago.

Air bersih setelah 25 hari banjir bandang di Desa Jago-jago juga mengalami keterbatasan serius.

Hal itu berdasarkan informasi yang disampaikan Rasyid Tanjung Sekretaris Desa Jago-jago kepada Demokratis, Jumat (19/12/2025).

Sementara Pemerintah Pusat memastikan akan memperbaiki dan mengganti rumah warga yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Total rumah yang terdampak diperkirakan mencapai 2.600 unit mulai dari kerusakan ringan hingga yang hanyut terbawa banjir.

Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP TASKIN) Iwan Samule saat meninjau lokasi pengungsian di Kelurahan Hutanabolon, Rabu (17/12/2925), didampingi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.

Iwan menjelaskan, arahan ini langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang menegaskan komitmen negara untuk hadir memulihkan kehidupan  masyarakat yang terdampak.

“Rumah warga yang rusak kecil, sedang, parah, bahkan yang hanyut akan diperbaiki dan diganti. Bagi rumah yang tidak bisa diperbaiki, pemerintah menyiapkan lahan untuk hunian tetap yang layak dan aman,” ujar Iwan Samule.

Ia menambahkan, proses pemulihan akan di akukan secara bertahap dan terukur, dan pemerintah meminta kesabaran masyarakat selama proses rekontruksi berlangsung.

Sekdes Jago-jago Rasyid Tanjung.

Selain perbaikan rumah, warga juga akan menerima bantuan kebutuhan dasar, seragam dan perlengkapan sekolah untuk memastikan pendidikan anak-anak kembali berjalan normal.

Sementara itu, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat, BP TASKIN dan Kementerian Sosial.

“Ini bukti negara hadir dan tidak meninggalkan rakyatnya di tengah musibah. Kita bangkit bersama, pulih bersama, dan menata kembali kehidupan dengan semangat gotong royong,” kata Masinton.

Bupati juga menginstruksikan seluruh camat, lurah, dan kepala desa untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga yang kehilangan tempat tinggal agar bantuan dapat tepat sasaran secara merata.

Hadirnya pemerintah untuk memulihkan kehidupan menjadi suntikan semangat bagi masyarakat terdampak, memastikan harapan dan masa depan tetap terbuka. (MH)

Related Articles

Latest Articles