Bogor, Demokratis
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil menyoroti masih maraknya titik pembuangan sampah liar di sejumlah ruas jalan, saat mengikuti aksi “Korve Kebersihan” di Jalan KH R Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Selasa (7/4/2026).
Menurut Adityawarman, persoalan sampah liar tidak bisa dianggap sepele dan harus ditangani secara serius serta berkelanjutan, tidak hanya melalui kegiatan bersih-bersih sesaat.
“Kegiatan korve ini adalah ikhtiar bersama, tetapi yang lebih penting bagaimana persoalan sampah liar ini bisa ditangani secara sistematis dan tidak berulang,” ujarnya.
Ia menegaskan, DPRD hadir dalam kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus mendorong perbaikan layanan publik, khususnya di sektor kebersihan.
Adityawarman juga menekankan pentingnya menjadikan kebersihan sebagai budaya masyarakat, sehingga tidak lagi ditemukan praktik pembuangan sampah sembarangan di titik-titik tertentu.
“Kami ingin ini menjadi budaya, bukan hanya kegiatan sesaat. Lingkungan yang bersih harus dimulai dari kesadaran bersama,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya penataan kawasan protokol yang kerap menjadi wajah kota. Menurutnya, keberadaan sampah liar tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga berdampak pada kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor Achmad Rifki Alaydrus mengungkapkan masih ditemukannya tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal di sepanjang jalur tersebut.
Ia mendorong evaluasi sistem operasional pengangkutan sampah agar penumpukan di pinggir jalan dapat diminimalkan.
“Kami melihat masih ada TPS liar. Ini perlu evaluasi, terutama terkait jadwal dan sistem penjemputan sampah,” ujar Rifki.
DPRD Kota Bogor berharap, penanganan sampah liar dapat dilakukan secara terpadu melalui perbaikan sistem, pengawasan, serta peningkatan kesadaran masyarakat, sehingga kebersihan kota dapat terjaga secara konsisten. (RY)
