Minggu, Februari 22, 2026

Fadli Zon: Kampus Harus Pimpin Agenda Pemajuan Kebudayaan

Surabaya, Demokratis

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menegaskan perguruan tinggi harus ikut memimpin agenda pemajuan kebudayaan, bukan hanya menjadi penonton. Kampus, kata dia, perlu turun langsung menguatkan riset, literasi, dan ekosistem budaya yang berdampak ke masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli saat menghadiri Studium Generale Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya), bagian dari Baitul Arqam Mahasiswa 2026, di Gedung At-Tauhid Tower, Surabaya Sabtu, 21 Februari. Forum ini mengangkat tema “Visi dan Strategi Kemajuan Kebudayaan Islam di Indonesia”.

Fadli menyoroti besarnya modal budaya Indonesia. Ia menyebut kekayaan itu mencakup bahasa, tradisi lisan, manuskrip, adat-istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan tradisional, hingga seni.

“Dengan lebih dari 17.000 pulau, sekitar 1.340 suku bangsa, dan ratusan bahasa daerah, Indonesia disebut sebagai negara dengan megadiversity budaya,” kata Menbud Fadli. Menurut dia, modal itu membuat Indonesia berpotensi menjadi pusat kebudayaan dunia.

Ia juga menekankan corak sejarah kebudayaan Indonesia yang relatif tidak dibangun lewat benturan besar. Fadli menilai Islam masuk secara damai dan merangkul tradisi. Bentuk-bentuk formal bisa berubah, namun esensi tetap dijaga.

Dalam konteks toleransi, Menbud Fadli mencontohkan situs-situs warisan Hindu-Buddha yang tetap dirawat hingga kini, seperti Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Plaosan. Ia menyebut tradisi merawat warisan budaya itu menjadi alasan Islam mudah diterima di Nusantara.

Menbud Fadli menegaskan pemajuan kebudayaan menuntut kerja lintas pihak. Pemerintah pusat, daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, swasta, dan masyarakat harus bergerak bersama. Ia mendorong kebudayaan menjadi kekuatan ekonomi melalui ekonomi budaya dan industri budaya. Selain itu, budaya juga disebut sebagai instrumen diplomasi dan pembentuk jati diri bangsa.

Rektor UMSurabaya Mundakir memperkenalkan identitas baru kampus dengan tagline “Home of Champions”. Tagline ini menggantikan “Kampus Sejuta Inovasi”. Mundakir mengatakan orientasi kampus diarahkan agar mahasiswa dan alumni menjadi juara di bidang masing-masing, dari akademik hingga atlet. “Setiap proses di sini adalah untuk menjadi champion,” kata Mundakir. (EKB)

Related Articles

Latest Articles