Minggu, Januari 11, 2026

GPI Subang Apresiasi Langkah Bupati Subang Tolak Gratifikasi, Desak Bupati Laporkan ke APH Bukannya Diam dan Malah Menghindar

Subang, Demokratis

Ketua Umum Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Subang yakni Diny Khoerudin yang akrab disapa Pidi, menyatakan dukungan penuh terhadap sikap tegas Bupati Subang yang menolak dugaan pemberian gratifikasi berupa uang sebesar Rp500 juta dari pihak tertentu yang diduga ingin “mengamankan” posisi sebagai kepala dinas.

Pidi menilai langkah Bupati Subang yang tidak menerima gratifikasi tersebut merupakan tindakan tepat dan patut diapresiasi, sebagai bentuk komitmen dalam menjaga marwah pemerintahan dan pemberantasan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di Kabupaten Subang.

“Tindakan menolak gratifikasi adalah sikap keberanian dan integritas. Namun sikap ini harus dituntaskan dengan langkah tegas berikutnya,” ujar Pidi kepada media, Jumat (9/1/2025).

Lebih lanjut, Pidi mendesak Bupati Subang agar tidak berhenti hanya pada penolakan, tetapi juga membuka secara terang benderang kepada publik terkait siapa oknum yang membawa uang tersebut ke area rumah dinas, serta segera melaporkannya secara resmi kepada Aparat Penegak Hukum agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, transparansi sangat penting agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi dan fitnah di tengah masyarakat.

“Publik berhak tahu siapa yang membawa uang itu dan apa motifnya. Jangan sampai kasus ini justru menimbulkan pertanyaan besar ketika Bupati memilih diam atau menghindar dari rumah dinas selama beberapa hari. Jika memang benar terjadi, maka ini harus diungkap dan diproses secara hukum,” tegasnya.

Pidi berharap momentum ini menjadi titik awal pembenahan tata kelola pemerintahan di Subang, sekaligus peringatan keras bagi siapa pun agar tidak mencoba melakukan praktik transaksional dalam jabatan pemerintah.

“Subang harus bersih. Jabatan bukan untuk diperdagangkan,” pungkasnya. (Abdulah)

Related Articles

Latest Articles