Rabu, April 1, 2026

Jaecoo Laku Keras di Eropa dan Asia Tenggara

Jaecoo brand otomotif asal China mencatatkan performa penjualan yang kuat di awal tahun 2026, baik di pasar Eropa maupun Asia Tenggara.

Mengandalkan strategi ekspansi yang terstruktur di pasar matang seperti Eropa serta pertumbuhan yang solid di pasar berkembang seperti Asia Tenggara, Jaecoo terus menunjukkan perkembangan yang konsisten dalam memperkuat transformasinya dari pemimpin teknologi menjadi salah satu pemimpin pasar di segmen NEV secara global.

Di pasar Eropa, Jaecoo mencatatkan pertumbuhan yang signifikan di tengah pasar yang kompetitif dan matang. Di Inggris, Jaecoo J7 SHS-P berhasil menjadi model dengan penjualan ritel nomor satu pada Januari 2026 dengan 4.059 unit, serta mencatatkan lebih dari 30.100 unit dalam 12 bulan terakhir. Di Italia, Jaecoo J7 SHS-P memulai debutnya di posisi kedelapan dengan 416 unit, sementara di Spanyol mencatatkan 1.318 unit pada periode Januari hingga Februari 2026 dengan pertumbuhan 38,16 persen secara tahunan.

Di segmen plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), Jaecoo juga menunjukkan performa yang kuat dengan pengiriman lebih dari 4.000 unit per bulan dan menempati posisi kedua di pasar Eropa. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan yang stabil di tengah dinamika pasar hybrid yang semakin kompetitif.

Momentum ini juga tercermin dari performa Jaecoo di Asia Tenggara yang terus menunjukkan tren positif. Di Thailand, Jaecoo J5 EV menjadi model terlaris dengan penjualan mencapai 6.806 unit pada Januari 2026, sekaligus memimpin segmen SUV dan BEV selama tiga bulan berturut-turut dengan pangsa pasar 16,1 persen.

Sementara di Indonesia, Jaecoo juga menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data wholesales GAIKINDO Januari 2026, J5 EV mencatat distribusi sebanyak 1.942 unit dan menjadi salah satu SUV listrik terlaris di Indonesia. Tren ini berlanjut pada Februari 2026 dengan tambahan penjualan 2.926 unit, sekaligus membawa perusahaan menembus jajaran 10 besar merek mobil nasional.

Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma, mengatakan pertumbuhan di kedua kawasan ini menunjukkan bagaimana Jaecoo bisa menjangkau pasar yang berbeda, baik di negara berkembang maupun pasar otomotif yang sudah matang.

“Di Asia Tenggara sendiri, kami melihat semakin banyak konsumen mulai beralih ke kendaraan energi baru untuk kebutuhan sehari-hari hingga perjalanan jarak jauh. Dari situ, kami ingin menghadirkan solusi yang bisa digunakan di berbagai kondisi dalam satu kendaraan,” katanya, dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (1/4/2026).

Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan teknologi Super Hybrid System (SHS), yang menjadi fondasi utama dari performa Jaecoo secara global. Di Indonesia, teknologi SHS telah dihadirkan melalui lini J7 SHS-P dan J8 SHS-P ARDIS.

Berdasarkan pengujian di kondisi jalan Indonesia, Jaecoo J7 SHS-P mampu menempuh jarak hingga 1.377 km dengan satu tangki bahan bakar dan satu kali pengisian baterai penuh. Sementara itu, J8 SHS-P ARDIS mampu mencapai hingga 1.660 km dalam kondisi serupa, memberikan fleksibilitas untuk kebutuhan mobilitas jarak jauh. (Rio)

Related Articles

Latest Articles