Barcelona mulai meninggalkan pesaing terdekat Real Madrid setelah mengalahkan tuan rumah Atletico Madrid di pertandingan LaLiga Spanyol di Stadion Metropolitano, Minggu (5/4/2026) dini hari WIB. Kemenangan yang menjadikan Barca kian dekat mempertahankan gelar juara liga.
Barca meraih kemenangan krusial karena Atletico sesungguhnya bisa menghalangi laju mereka menuju tangga juara. Namun Barca mampu mengatasi tekanan dan bahkan meraih tiga poin di kandang lawan.
Kemenangan ini sangat berarti karena Barca kian kukuh menduduki puncak klasemen. Dengan mengantungi poin 76, mereka sudah meninggalkan Madrid yang secara mengejutkan dipaksa menyerah 2-1 saat menghadapi Mallorca. Kini, Barca unggul tujuh poin dengan Madrid saat kompetisi menyisakan delapan pertandingan lagi. Ini menjadikan Lamine Yamal dkk kian dekat dengan titel juara.
Hanya saja, pelatih Hansi Flick menyatakan Barca masih jauh dari peluang untuk menjadi juara. Dengan delapan laga yang tersisa, apa pun masih bisa terjadi di antara kedua tim. Apalagi, Barca masih akan bertemu Madrid dalam El Clasico di Camp Nou.
“Kami masih menghadapi delapan pertandingan lagi. Bagi saya kami belum meraih apa pun. Jadi kami harus tetap fokus,” kata Flick.
Meski demikian, dirinya merasa puas dengan kemenangan ini. Namun Flick menyatakan bila kompetisi belum berakhir. “Pemain senang (dengan kemenangan ini). Ini poin yang sangat berarti…tetapi semua tahu ini belum berakhir,” ucap dia lagi.
Usai duel di kompetisi domestik, Barca kembali bertemu Atletico di perempat final Liga Champions. Pada laga pertama yang tersaji pada tengah pekan ini atau midweek, Barca mendapat kesempatan bertindak sebagai tuan rumah. Selanjutnya, mereka menyambangi markas Atletico lagi untuk melakoni laga kedua.
Dengan pertemuan kedua tim di Liga Champions, baik Atletico maupun Barca sama-sama merotasi pemain. Pelatih Atletico Diego Simeone bahkan merombak nyaris keseluruhan starting line up. Striker Julian Alvarez dan gelandang Ademola Lookman dibangkucadangkan.
Sebaliknya, striker Antoine Griezmann yang baru saja mengumumkan akan meninggalkan Atletico untuk bermain di Amerika Serikat setelah kompetisi berakhir menjadi starter. Simeone pun tak memaksakan kiper Jan Oblak yang cedera otot untuk berdiri di bawah mistar. Posisinya digantikan Jean Musso.
Sementara, Flick tak menurunkan Robert Lewandowski yang gagal membawa Polandia lolos ke Piala Dunia 2026. Namun Dani Olmo yang justru berperan sebagai ‘false nine’ menggantikan posisi Lewandowski. Dirinya mendapat support dari Yamal bersama Marcus Rashford yang menggantikan posisi Raphinha yang cedera saat memperkuat Brasil di laga uji coba.
Rashford pula yang mengawali serangan ke gawang Atletico. Hanya tendangan bebas pemain pinjaman dari Manchester United ini masih bisa diamankan Musso.
Selanjutnya giliran Atletico yang melakukan tekanan. Griezmann sesungguhnya sempat ngolongin bek Gerard Martin. Namun dirinya gagal mengeksekusi peluang yang diperolehnya karena tendangan eks pemain timnas Perancis ini bisa diselamatkan kiper Joan Garcia.
Pertandingan berjalan kian sengit karena kedua tim silih berganti melakukan tekanan. Barca mendapat peluang melalui umpan Fermin Lopez kepada Rashford yang gagal dikonversi menjadi gol. Begitu pula tendangan Yamal masih membentur tiang gawang.
Saat mendapat tekanan, Atletico justru berhasil memanfaatkan celah untuk mencetak gol. Gelandang Giuliano Simeone yang tak lain anak dari sang pelatih sukses memecah kebuntuan di menit 39. Gol tercipta saat dirinya berlari menembus pertahanan Barca untuk menyambut umpan Clement Lenglet dan melepaskan tendangan yang menaklukkan Garcia.
Namun keunggulan 1-0 tuan rumah tak bertahan lama. Hanya berselang tiga menit, Barca sudah bisa menyamakan skor saat Rashford lewat kerjasama satu dua yang apik dengan Olmo sukses membobol gawang Atletico. Skor berubah 1-1.
Dalam posisi imbang, Atletico yang kembali melakukan tekanan malah kehilangan seorang pemain saat memasuki injury time babak pertama. Gelandang Nico Gonzalez mendapat kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap Yamal yang berlari menyambut bola. Atas pelanggaran itu, wasit mengeluarkan kartu kuning yang disusul kartu merah untuk Gonzalez.
Atletico harus bekerja keras saat memasuki babak kedua. Pasalnya dengan 10 pemain, mereka menghadapi lawan yang bermain ofensif. Barca sendiri juga nyaris kehilangan seorang pemain saat Martin melakukan pelanggaran terhadap Thiago Almada. Semula wasit memberikan kartu merah kepada bek tersebut.
Namun setelah meninjau lewat VAR, wasit menilai tindakan Martin tidak berpotensi pelanggaran keras sehingga hanya mendapat kartu kuning. Keputusan wasit sempat membuat pemain Los Rojiblancos kecewa. Pelatih Simeone pun menunjukkan kekecewaan atas keputusan.
Barca kemudian kembali melakukan tekanan. Pemain pengganti Ferran Torres tercatat dua kali mengancam kiper Musso. Namun dia gagal memaksimalkan peluang tersebut.
Setelah berkali-kali gagal, Barca akhirnya bisa memecah kebuntuan saat Lewandowski sukses menaklukkan Musso menjelang akhir pertandingan. Ini berawal dari aksi bek Joao Cancelo yang melakukan penetrasi ke kotak penalti dan kemudian melepaskan tendangan ke gawang. Namun upayanya bisa diblok Musso.
Hanya bola rebound dan mengenai bahu Lewandowski yang kemudian meluncur ke gawang tanpa bisa diselamatkan Musso.
Gol tak terduga di menit 87 itu membawa Barca unggul 2-1. Skor itu bertahan hingga laga usai. Musso mengaku kecewa dengan kekalahan itu karena tim bermain lebih baik, terutama di babak pertama.
“Kami bermain sangat bagus di babak pertama sebelum akhirnya kartu merah menghukum kami. Jelas sulit saat kami harus kehilangan seorang pemain,” kata Musso.
“Menurut saya, pemain mereka seharusnya juga mendapat kartu merah. Wasit pun menyaksikan langsung kejadian itu. Tetapi keputusan dia sesungguhnya tak membuat kami kehilangan kepercayaan diri. Seandainya saja laga tetap 11 lawan 11, kami bakal lebih percaya diri,” ucapnya.
Kekalahan itu menjadikan Atletico gagal memperbaiki peringkat. Atletico yang memiliki poin 57 tetap berada di zona Liga Champions dengan menduduki peringkat empat. (Rio)
