Jumat, Januari 16, 2026

Kalahkan Como, AC Milan Dekati Inter Milan di Puncak Klasemen

AC Milan bangkit dari ketinggalan gol untuk mengalahkan Como 1907 dengan skor 3-1 di pertandingan Serie A Italia di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Jumat (16/1/2026) dini hari WIB. Kemenangan krusial karena memungkinkan Milan mendekati rival satu kota sekaligus pimpinan klasemen, Inter Milan.

Persaingan di Liga Italia mulai meruncing. Inter meninggalkan para pesaingnya setelah mengalahkan Lecce 1-0. Di pertandingan lain, Napoli secara perlahan mulai tertinggal setelah bermain imbang 0-0 melawan Parma. Bahkan Napoli yang berstatus juara bertahan sudah dibayangi Juventus yang menempati peringkat empat.

Hanya saja, Inter belum bisa melenggang sendirian dan nyaman menduduki puncak klasemen. Milan tetap berusaha membayanginya setelah berhasil menambah tiga poin saat menyambangi markas Como.

Ya, kemenangan di laga tandang menjadi krusial bagi Milan. Bagaimana tidak, tim asuhan Massimiliano Allegri menorehkan rekor mengesankan dengan 19 kali pertandingan secara berturut-turut tanpa pernah kalah.

Keberhasilan meraih kemenangan di laga away menjadikan Milan bertahan di peringkat dua setelah mengantungi poin 43. Mereka hanya terpaut tiga poin dengan Inter. Sementara, Napoli yang berada di peringkat tiga memiliki poin 40.

Sebaliknya, Como terpaksa menunda keinginan memangkas jarak poin dengan tim-tim di atasnya. Berambisi masuk zona Liga Champions, tetapi Como yang didukung Djarum Group, perusahaan di Indonesia, masih tertahan di peringkat enam dengan poin 34. Mereka masih tertinggal lima poin dengan Juve.

Kekalahan Como di kandang sendiri memang mengecewakan. Apalagi, tim asuhan Cesc Fabregas mampu menguasai pertandingan, terutama di babak pertama. Bahkan I Biancoblu sempat unggul lebih dulu saat bek Marc Oliver Kempf berhasil memecah kebuntuan di menit-menit awal pertandingan.

Laga baru berjalan 10 menit, sundulan dari jarak dekat Kempf saat menyambut assist Martin Baturina membawa Como unggul 1-0. Lebih dari itu, Como nyaris memperbesar keunggulan melalui gelandang Nico Paz yang melepaskan tendangan keras ke gawang. Namun sepakan dia secara gemilang masih bisa ditepis kiper Mike Maignan.

Di pertandingan tersebut, Maignan menunjukkan performa terbaik dan tercatat enam kali menggagalkan peluang Como. Meski tuan rumah unggul ball possession hingga 63%, namun mereka dibuat frustrasi menghadapi performa mengesankan Maignan.

Termasuk sundulan jarak dekat Lucas Da Cunha di menit 41. Peluang yang seharusnya gol tetapi digagalkan kiper tim nasional Perancis ini. Bahkan Da Cunha seakan tak percaya peluang gol itu bisa dicegah Maignan.

Saat Como menekan dengan permainan ofensif, Milan justru berhasil memanfaatkan celah untuk menyamakan skor. Kempf yang menjadi aktor keunggulan Como kemudian malah melakukan kesalahan dengan menjatuhkan gelandang Adrien Rabiot di kotak penalti.

Wasit sempat meninjau insiden itu lewat VAR. Hasilnya, Kempf dinyatakan melakukan pelanggaran dan wasit menunjuk titik putih. Eksekusi penalti dituntaskan dengan baik oleh Christopher Nkunku di menit 45+1. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Como masih menunjukkan dominasi atas Milan. Hanya Rossoneri bermain lebih efektif dan efisien yang menyulitkan Como menambah gol.

Bahkan Milan malah berbalik unggul saat Rabiot sukses memecah kebuntuan dengan menaklukkan kiper Jean Butez di menit 55. Gol yang mengubah skor menjadi 2-1 membuat pemain Milan kian bersemangat. Mereka tetap bermain disiplin dengan pertahanan kokoh sehingga Como tetap sulit mencetak gol meski masih unggul ball possession.

Sebaliknya, Milan berhasil menambah gol yang memantapkan keunggulan mereka. Rabiot menjadi bintang Milan dengan mencetak brace di menit 88. Gol yang langsung membunuh Como. Skor berubah 3-1 dan tuan rumah sudah tidak mampu mengejar ketinggalannya. Skor itu bertahan hingga laga usai.

“Kami menunjukkan karakter yang sesungguhnya sehingga bisa menang,” kata Rabiot menanggapi kemenangan Milan.

“Kami memang kesulitan di babak pertama. Tetapi kami tak menyerah. Di babak kedua kami bermain dengan mentalitas yang berbeda. Kami bermain dengan hasrat besar meraih tiga poin,” ucap gelandang timnas Perancis ini. (Rio)

Related Articles

Latest Articles