Inter Milan meraih kemenangan penting 2-0 atas Parma di pertandingan Serie A Italia. Kemenangan di kandang Parma di Stadion Ennio Tardini, Kamis (8/1/2026) dini hari WIB, menjadikan Inter kian kukuh di puncak klasemen dan meninggalkan pesaingnya.
Persaingan di papan atas secara perlahan mulai mengerucut. Hanya jarak poin tim-tim yang berada di empat besar masih tak jauh. Inter memang sudah meninggalkan para pesaingnya.
Kemenangan atas Parma menjadikan Inter mengukuhkan posisinya di puncak klasemen dengan perolehan poin 42. Unggul empat poin dengan AC Milan yang menempati peringkat dua dan Napoli yang hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Hellas Verona.
Milan masih bisa merapatkan jarak poin dengan Inter. Syaratnya, tim asuhan Massimiliano Allegri harus bisa mengalahkan tamunya Genoa dalam laga di Stadion San Siro, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB. Bila meraih tiga poin maka persaingan kembali memanas dan kemungkinan menyisakan dua tim dari Kota Milan.
Pelatih Inter Cristian Chivu mengakui persaingan di Liga Italia musim ini terasa ketat dan berat. Meski sudah memasuki tahun baru, Inter masih belum bisa meninggalkan pesaingnya dan mengamankan posisi di puncak.
“Serie A memang tidak pernah mudah. Semua tak bisa diremehkan. Ancaman membahayakan bisa muncul dari mana saja,” kata Chivu seperti dikutip Football Italia.
“Bila melihat poin dan statistik memang sangat memuaskan untuk saat ini. Tetapi yang terutama adalah bagaimana rasa lapar dan ambisi saat berada di lapangan,” ucapnya lagi.
Sementara, gelandang Federico Dimarco yang mencetak gol pertama sekaligus membuka kemenangan Nerrazurri menuturkan bila kemenangan ini sangat penting. Namun pemain tak terlena dan mereka sudah fokus menghadapi pertandingan di akhir pekan.
“Ini kemenangan yang sangat penting. Kami akhirnya bisa memenuhi target. Namun kini kami sudah memikirkan pertandingan Minggu,” ucap Dimarco.
Parma yang sebelumnya ditangani Chivu tetapi kemudian kembali ke Inter menggantikan Simone Inzaghi sesungguhnya bukan lawan enteng meski saat ini berada di papan bawah. Di pertandingan dengan suasana berkabut karena musim dingin, Inter harus bekerja keras meladeni permainan ngotot tuan rumah.
Inter sempat mengancam gawang Parma melalui Francesco Pio Esposito yang menggantikan Marcus Thuram. Di menit 29, tendangan striker muda Italia ini masih membentur tiang gawang.
Setelah berkali-kali gagal, Inter akhirnya memecah kebuntuan saat Dimarco membobol gawang Parma di menit 42. Gol berawal dari umpan Dimarco kepada Esposito yang kemudian mengembalikan bola kepada Dimarco yang melakukan penetrasi ke kotak penalti. Dari sudut yang sempit, pemain timnas Italia berusia 28 ini kemudian melepaskan tendangan keras yang menghunjam gawang Parma.
Skor 1-0 untuk Inter. Mereka pun kembali melakukan tekanan, namun usaha Lautaro Martinez dkk tak membuahkan hasil. Skor itu bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Inter tetap menunjukkan agresivitas dalam menyerang. Hanya saja, mereka seperti menghadapi tembok pertahanan yang kokoh. Serangan mereka pun selalu kandas sampai akhirnya Ange-Yoan Bonny sempat membobol gawang Parma di injury time.
Namun gol itu dianulir karena Yoan Bonny yang pernah empat musim bermain di Parma menyentuh bola sebelum mencetak gol.
Parma akhirnya bisa menambah gol yang memantapkan kemenangan. Gol dihasilkan Thuram yang masuk menggantikan Esposito di menit 90+8. Dirinya menyambut assist dari Nicolo Barella sebelum melepaskan tendangan keras sekaligus menutup laga dengan keunggulan 2-0. (Rio)
