Rabu, Januari 28, 2026

Ketua KPK Tanggapi Soal Menkeu Purbaya Bakal ‘Di-Noel-kan’

Jakarta, Demokratis

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto merespons pernyataan eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel), yang mewanti-wanti Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa agar berhati-hati.

Setyo menegaskan pihaknya tidak pernah menargetkan kementerian atau pihak tertentu dalam penanganan perkara, termasuk terkait isu yang menyeret nama Menteri Keuangan.

Ia meminta agar setiap pernyataan yang beredar di ruang publik dilihat secara utuh dan ditempatkan dalam konteks yang tepat.

“Gini ya, tolong dilihat kembali, dipastikan kembali penyampaiannya itu konteksnya apakah pada proses pemeriksaan persidangan atau di luar proses persidangan,” kata Setyo kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Menurut dia, KPK hanya berpegang pada fakta hukum yang terungkap dalam proses pemeriksaan di persidangan. Pernyataan di luar proses tersebut, kata Setyo, tidak dapat dijadikan dasar dalam penanganan perkara.

“Nah kalau kami melihat kalau itu di luar konteks pemeriksaan persidangan, ya itu apa saja mungkin bisa disampaikan. Kami hanya memegang sesuai dengan fakta yang ada dalam proses pemeriksaan di persidangan, itu yang paling penting,” tuturnya.

Setyo juga menepis anggapan KPK memiliki agenda atau target terhadap kementerian tertentu. Ia menegaskan, lembaga antirasuah bekerja tanpa kepentingan politik maupun target institusional.

“Jadi kalau kemudian ada yang menanyakan apakah menargetkan kementerian, enggak ada. Kami ini tidak pernah memberikan atau menargetkan mana ini, mana itu, dan sebagainya,” tegas Setyo.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan seluruh proses penanganan perkara di KPK berjalan murni berdasarkan pengaduan dan laporan masyarakat. Setiap laporan yang diterima akan melalui tahapan telaah, kajian, dan evaluasi sebelum ditindaklanjuti ke tahap penyelidikan.

“Ditelaah, dikaji, dievaluasi sampai kemudian menjadi bahan untuk dilakukan sebuah proses penyelidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Noel menyebut ada pihak yang ingin “me-Noel-kan” Purbaya, yakni menjadikan Purbaya sebagai tersangka seperti dirinya.

“Pesan nih buat Pak Purbaya, nih. Pesan, Pak Purbaya. Modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan ‘di-Noel-kan’. Hati-hati tuh, Pak Purbaya,” kata Noel kepada awak media di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).

Noel menilai Purbaya menjadi target operasi karena ada pihak yang tidak menyukai kinerjanya. Sebab, sosok “menteri koboi” itu memiliki gaya komunikasi dan kepemimpinan yang ceplas-ceplos, blak-blakan, tegas, serta berani mengambil risiko dalam bertindak.

“Siapa pun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya. Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu,” ucap Noel. (Dasuki)

Related Articles

Latest Articles