Rabu, Februari 25, 2026

KSAD Maruli: Integritas Harga Mati, Pelanggaran Hanya Buang Energi TNI AD

Bandung, Demokratis

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan pentingnya menjaga integritas prajurit dan menjauhi pelanggaran yang dinilai dapat menguras energi institusi TNI Angkatan Darat. Penegasan itu disampaikan saat peresmian Taman Merdeka di Makodam III/Siliwangi, Jalan Aceh No. 69, Kota Bandung, Selasa (24/2/2026).

Menurut KSAD, integritas dan profesionalisme merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap TNI AD. Ia menilai setiap bentuk pelanggaran tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak langsung pada kinerja dan fokus organisasi.

“Jangan beri ruang bagi pelanggaran. Hal-hal seperti itu hanya menguras energi institusi dan mengalihkan perhatian kita dari tugas utama menjaga kedaulatan serta melayani rakyat,” ujar Jenderal Maruli dilansir Kapuspen TNI, Rabu (25/2/2026).

Didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, KSAD menyampaikan bahwa peresmian Taman Merdeka menjadi momentum penguatan nilai-nilai kebersamaan dan disiplin. Taman tersebut diharapkan menjadi ruang pembinaan moril yang mendukung pembentukan karakter prajurit berintegritas.

Arahan KSAD diikuti 14.200 personel Kodam III/Siliwangi. Sebanyak 1.100 prajurit dan PNS hadir langsung, sementara 13.100 lainnya mengikuti kegiatan secara daring dari 54 titik satuan jajaran.

Dalam kesempatan itu, KSAD mengapresiasi kinerja Kodam III/Siliwangi yang dinilai berkontribusi menjaga tingkat kepercayaan publik terhadap TNI AD, yang dalam beberapa tahun terakhir konsisten berada di atas 90 persen. Namun ia menegaskan capaian tersebut harus dijaga melalui disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta komitmen menjauhi pelanggaran.

“Kepercayaan publik ini mahal. Menjaganya jauh lebih penting daripada sekadar mengejar pencitraan. Kuncinya adalah integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” katanya.

Jenderal Maruli juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan, baik dari sisi fisik, mental, maupun kesejahteraan prajurit. Menurutnya, organisasi yang kuat adalah organisasi yang anggotanya fokus bekerja, solid, dan tidak terbebani oleh persoalan akibat pelanggaran internal.

“Kalau prajurit disiplin, berintegritas, dan saling mengingatkan, energi TNI AD akan tersalurkan sepenuhnya untuk tugas pokok dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar KSAD. (Albert S)

Related Articles

Latest Articles