Senin, Maret 23, 2026

Lamine Yamal, Bocah Ajaib Senjata Utama Spanyol di Piala Dunia 2026

Tanggal 13 Juli mendatang seharusnya menjadi hari perayaan ulang tahun ke-19 bagi Lamine Yamal. Namun, bagi sensasi muda Barcelona ini, pesta sesungguhnya bukan di atas kue ulang tahun, melainkan di atas rumput hijau semifinal Piala Dunia 2026.

Yamal tidak sekadar datang sebagai pelengkap. Pemuda yang masih membawa buku sekolah saat menjuarai EURO 2024 lalu itu kini memikul harapan seluruh rakyat Spanyol: membawa pulang bintang kedua setelah kejayaan tahun 2010 di Afrika Selatan.

Bocah Ajaib

Meski belum genap 20 tahun, lemari trofi Yamal sudah sesak. Ia mengoleksi enam gelar bergengsi, termasuk dua trofi La Liga dan Piala Super Spanyol terbaru setelah membungkam Real Madrid 3-2 di Arab Saudi, Januari lalu.

Kepercayaan raksasa Catalan memberinya nomor punggung ikonik ’10’ musim ini bukan tanpa alasan. Yamal adalah anomali. Saat pemain seusianya masih berjuang menembus tim cadangan, ia sudah mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah La Roja dan La Liga.

Dari Foto Ikonik hingga Warisan Messi

Dunia sempat gempar saat foto lawas tahun 2007 viral: Lionel Messi muda sedang memandikan bayi Lamine Yamal untuk kalender amal. Siapa sangka, bayi itu kini disebut Messi sendiri sebagai pemain yang “mengesankan”.

Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, bahkan tidak ragu menyebutnya sebagai jenius. “Dia pemain yang diberkati Tuhan. Ada sesuatu yang spesial dalam dirinya yang hanya dimiliki oleh para legenda sejarah,” puji De la Fuente.

Identitas 304 dan Sup Kacang Ibu

Di balik gemerlap panggung dunia, Yamal tetaplah bocah dari Rocafonda. Setiap kali mencetak gol, jemarinya membentuk angka ‘304’—kode pos lingkungan tempat ia dibesarkan di Mataro.

Kekuatannya di lapangan pun seringkali datang dari rumah. Yamal mengakui bahwa sup kacang buatan ibunya adalah “bahan bakar” wajib sebelum ia turun bertanding dan memporak-porandakan pertahanan lawan dengan kecepatan lincahnya.

Misi Mengulang Sejarah 2010

Pada Piala Dunia 2022 lalu, Yamal bahkan belum melakukan debut di tim cadangan Barcelona. Kini, ia sejajar dengan nama-nama besar seperti Erling Haaland dan Kylian Mbappe sebagai kandidat pemain terbaik turnamen.

Bersama generasi baru Spanyol di bawah asuhan De la Fuente, Yamal siap mengubah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menjadi panggung pembuktiannya. Final di Stadion New York New Jersey pada 19 Juli adalah target utama—kado ulang tahun terlambat yang paling sempurna bagi sang “Matador Muda”. (Rio)

Related Articles

Latest Articles